Wabah Flu H3N2 Renggut Nyawa 63 Bayi di Amerika

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
12 Feb 2018   09:00

Komentar
Wabah Flu H3N2 Renggut Nyawa 63 Bayi di Amerika

Virus influenza A (H3N2) (Foto : Istimewa )

Trubus.id -- Badai musim dingin tak kunjung selesai di Amerika Serikat (AS). Dampaknya, ancaman lainnya menghantui warga di sana. Salah satunya ancaman wabah flu yang telah membunuh puluhan bayi di negara itu.

Anne Schuchat, dari Pusat Pengedalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menyatakan, wabah flu diketahui kian meluas pada pekan lalu. Kemungkinan wabah ini akan berlangsung hingga beberapa minggu ke depan. Padahal sudah 10 anak dilaporkan meninggal dunia akibat flu tersebut pada pekan pertama Februari. Jumlah ini menjadikan total angka kematian bayi akibat flu di AS bertambah jadi 63 orang.

Baca Lainnya: Tertular Virus Flu, Bocah Ini Tidak Bisa Bicara Lagi

"Saya berharap ada kabar baik pada minggu ini, tapi hampir semua yang kami lihat adalah berita buruk. Terlalu banyak cerita yang memilukan hati dalam beberapa pekan terakhir tentang keluarga yang telah kehilangan orang yang dicintai karena influenza," ucap Anne, Minggu (11/2) seperti dikutip dari Antara.

Anne belum bisa memprediksi apakah wabah tersebut telah mencapai puncaknya atau masih akan bertambah parah. Pasalnya, jumlah pasien flu yang dirawat di rumah sakit terus bertambah dan jumlahnya sudah hampir menyamai laporan pada musim flu pada tahun 2010 lalu.

"Wabah sebelumnya telah berlangsung antara 11 dan 20 minggu. Sementara wabah saat ini berada pada minggu ke 11," tambahnya.

Strain flu yang dominan musim ini, influenza A (H3N2), sangat berbahaya, karena dapat memicu kematian terutama di kalangan anak-anak dan orangtua. Wabah tersebut telah menjalar hampir di setiap negara bagian kecuali Hawaii dan Oregon.

Dia mendesak agar orang yang sakit untuk tinggal di rumah. Ia juga menyarankan agar warga yang belum dapat vaksin agar segera melakukannya untuk perlindungan diri.

Baca Lainnya: Waspada, Kematian Akibat Flu Musiman Meningkat Drastis

Menurut catatat, dari 100.000 orang di Amrika, diperkirakan 51,4 di antaranya telah dirawat di rumah sakit karena flu, melebihi angka pada musim terakhir yang parah pada 2014-2015 ketika 710.000 orang dirawat di rumah sakit dan 148 anak meninggal.

Orang dewasa yang berusia 65 atau lebih tua menjadi yang paling banyak dirawat inap, diikuti oleh mereka yang berusia 50-64 tahun serta balita. Lonjakan kasus pada Januari mungkin terjadi karena bertepatan dengan anak-anak yang kembali ke sekolah setelah liburan musim dingin mereka.

Beberapa negara bagian telah mencatat tingkat rawat inap yang tinggi. Seperti California mencatat sekitar empat kali lipat dibandingkan dengan pada waktu bersamaan selama musim flu 2014/2015. Minnesota telah mencatat dua kali tingkat rawat inap seperti yang terjadi pada musim 2014/15, dan lebih banyak pasien sekarang dirawat di New York juga. [RN]
 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: