Tanibox, Solusi Canggih bagi Petani Kekinian

TrubusNews
Ihsan Maulana | Followers 0
17 Sep 2017   20:00

Komentar
Tanibox, Solusi Canggih bagi Petani Kekinian

Neng Ocha dan pasangan, founder tanibox (Foto : Foto: Istimewa)

Trubus.id -- Setiap manusia butuh makan, ironisnya, saat ini jumlah orang yang ingin menjadi petani terus menurun. 

Tantangan lain, masih banyak petani belum memakai teknologi canggih yang mampu memaksimalkan hasil pertaniannya.

Kondisi inilah yang membuat pasangan Retno Ika Safitri, Asep Bagja Priandana dan satu rekannya mendirikan Tanibox.  

Melalui aplikasi pesan instant, perempuan yang suka merajut ini menceritakan perusahaan yang baru dirintisnya ini.

Tanibox merupakan perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informasi untuk pertanian. Mereka bertiga mengembangkan solusi manajemen pertanian menggunakan perangkat lunak untuk rekam data pertanian dan aneka sensor untuk memonitor area tanam.

Perempuan yang biasa dipanggil Neng Ocha ini  memilih bidang pertanian, karena dia berasal dari keluarga petani yang sudah makan asam-garam puluhan tahun bertani di pulau Jawa. 

Neng Ocha banyak mengetahui hal-hal kurang positif terkait pertanian yang membuat banyak generasi muda meninggalkannya.  

Menurutnya, populasi manusia di dunia terus meningkat sementara populasi petani berkurang. Ketika itu cepat atau lambat akan terjadi kiamat makanan. 

Ia menambahkan, sebenarnya hal ini pun sudah diprediksi, pada tahun 2030 akan terjadi G-Zero, Era ketika setiap negara di dunia akan kesulitan memenuhi kebutuhan pangannya sendiri. 

“Indonesia akan lebih cepat mengalaminya, dikarenakan 2/3 penduduk Indonesia tinggal di kota dan sisanya hidup di desa bertani sekadarnya, “ katanya. 

Ia pun menjelaskan, pada dasarnya, pertanian adalah bisnis. Dan selayaknya bisnis yang baik, memiliki rekam data dan rekam jejak yang bisa dilacak kembali kapan saja dibutuhkan. Dengan demikian, data-data ini akan membantu petani (sebagai pemilik bisnis) untuk membuat keputusan lebih cepat. 

Kenapa Tanibox merasa berkewajiban membantu para petani?

Kebanyakan yang terjadi saat ini, pemilik bisnis pertanian jarang memiliki reputasi yang tepat untuk perbankan. Hal ini tentu saja akan merepotkan si pemilik bisnis pertanian itu sendiri ketika mereka ingin mengajukan pinjaman pendanaan ke bank. Istilahnya, 'farmers are unbankable'. 

Tanibox ingin membantu para pebisnis pertanian ini menjadi lebih 'bankable' alias dipercaya dan memiliki reputasi yang baik di mata bank.

Selain itu, dengan mencatat serta menganalisa kondisi terkini di lahan tanam, petani akan mampu mengambil keputusan dengan cepat dan memperbaiki kekurangan. 

Misalnya ketika suhu udara sangat panas dan kering, tanaman akan menjadi stres, maka mungkin perlu dilakukan penyiraman atau mungkin menunda pemupukan tanah hingga suhu menurun. Atau misalnya, di musim tanam yang lalu, terjadi kegagalan panen akibat hama, petani pun memiliki catatannya. Sehingga musim tanam saat ini bisa dicegah sebelum terjadi.

Berikut petikan wawancara Trubus.id dengan Neng Ocha.

Bagaimana respon para petani dengan adanya tanibox ini?
 
Sejauh ini kami mendapat respon positif dari petani-petani berupa saran dan ide pengembangan fitur lebih lanjut. Hanya saja kebanyakan petani-petani ini berasal dari luar Indonesia. Kami memang tidak membatasi diri dengan hanya menawarkan solusi manajemen pertanian ini di Indonesia saja.

Bagaimana cara mengenalkan Tanibox ke petani?

Kami mengenalkan solusi Tania dari Tanibox pertama kali di Reddit dan Hacker News. Ini adalah forum yang bersifat global. Baru setelah itu pelan-pelan mengenalkan lewat sosial media dan juga komunikasi serta kerjasama  dengan kolega-kolega yang memiliki lahan pertanian.

Selain berkebun secara hidroponik dan organic, kegiatan Neng Ocha adalah menyempurnakan  perangkat lunak yang dinamai Tania, http://gettania.org. [KW]
 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: