Tahu Kah Anda, Tsunami Besar Landa Gunung Kidul 640 Tahun yang Lalu

TrubusNews
Syahroni | Followers 2
14 Mar 2018   06:30

Komentar
Tahu Kah Anda, Tsunami Besar Landa Gunung Kidul 640 Tahun yang Lalu

Penelitian endapan tsunami di Gunung Kidul. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Siapa sangka, wilayah Yogyakarta ternyata pernah dihantam tsunami besar ratusan tahun silam. Temuan itu sendiri diketahui setelah dilakukan penelitian di wilayah Pesisir pantai Gunung Kidul selama seminggu terakhir.

Menurut tim peneliti dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, tsunami besar di Gunung Kidul terjadi 640 tahun lalu.

Baca Lainnya: BPBD: Kabupaten Bangka Barat Berpotensi Tsunami

"Kami menemukan adanya endapan tsunami di sejumlah pantai di pesisir selatan. Diperkirakan material tsunami di sini terjadi 640 tahun silam," ujar Imun Maemunah, Ketua Tim Penyelidikan Endapan Tsunami di Gunung Kidul, Selasa (13/3).

Imun menambahkan, penggalian untuk meneliti endapan ini dilakukan setelah pengamatan awal dilakukan di sejumlah pantai di Gunung Kidul seperti pantai Ngrawe, Kukup, Krakal, Sadranan, Slili, Sepanjang dan Watu Kodok. Wilayah itu sendiri dipilih sebagai titik awal penelitian lantaran lokasinya yang langsung menghadap ke laut dan tidak tertutup tebing. 

Penggalian sendiri dilakukan sejauh 60 meter dari bibir pantai dengan kedalaman sekitar 128 meter. Hasilnya, 4 peneliti yang terlibat berhasil mendapati endapan tanah tsunami di kedalaman 128 meter dengan perhitungan rata-rata terbentuknya lapisan tanah sebesar 2 milimeter per tahun.

Imun mengakui, untuk menentukan angka tahun endapan tsunami memang dibutuhkan penelitian mendalam lagi di laboratorium. Namun sayangnya, laboratorium penelitian dengan metode dating itu belum dimiliki Indonesia. 

"Sampel kami bawa ke luar negeri karena kami tidak memiliki fasilitas untuk mengukur umur batuan, biaya juga tidak murah. Salah satu opsi di Australia," lanjut dia.

Nantinya nantinya, Imun menyebut, hasil penelitian ini dapat dipakai untuk melakukan periodisasi ulang dan memprediksi terjadinya tsunami pada waktu mendatang. Tak hanya itu, hasil penelitian ini juga bisa menunjukkan daerah yang berpotensi terjadi tsunami melalui peta kerawanan bencana.

Baca Lainnya: Museum Tsunami Wujudkan Aceh Hijau dengan Tanam Ribuan Pohon

Sebab, selama beberapa tahun terakhir, pihaknya juga melakukan penelitian lain di Jawa dan NTB, seperti di Pantai Pangandaran pada 2015 lalu, tahun 2016 di Tasikmalaya, Tahun 2017 di Purworejo dan Lombok selatan. 

Hasil penelitian yang dilakukan ini akan direkomendasikan kepada pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebagai rujukan dalam kebijakan mitigasi pemerintah dalam menghadapi bencana tsunami. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: