Stunting Bisa Hambat Pertumbuhan Ekonomi Sebuah Negara, Kok Bisa?

TrubusNews
Syahroni | Followers 0
07 Feb 2018   22:30

Komentar
Stunting Bisa Hambat Pertumbuhan Ekonomi Sebuah Negara, Kok Bisa?

Stunting pada anak (Foto : Doc: Unicef)

Trubus.id -- Stunting sudah lama menjadi momok menakutkan bagi orangtua di seluruh dunia. Tak hanya itu, dalam skala besar, stunting juga bisa menghambat pertumbuhan ekonomi sebuah negara.

Yah, stunting sendiri adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah bayi lahir akan tetapi, kondisi stunting baru nampak setelah bayi berusia 2 tahun.

Baca Lainnya: Hati-hati, Stunting Berpengaruh pada Otak

Menurut Riset Kesehatan Dasar/Riskesdas 2013 yang diterbitkan di buku “100 Kabupaten/Kota Prioritas untuk Intervensi Anak Kerdil (Stunting)" yang diterbitkan Sekertariat Wakil Presiden RI tahun 2016, di Indonesia, sekitar 37% atau hampir hampir 9 Juta anak balita mengalami stunting. Dan di seluruh dunia, Indonesia adalah negara dengan prevalensi stunting kelima terbesar.

Balita/Baduta (Bayi di bawah usia dua tahun) yang mengalami stunting akan memiliki tingkat kecerdasan tidak maksimal, menjadikan anak menjadi lebih rentan terhadap penyakit dan di masa depan dapat beresiko pada menurunnya tingkat produktivitas. Pada akhirnya secara luas stunting akan dapat menghambat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kemiskinan dan memperlebar ketimpangan.

Baca Lainnya: Penting, Begini Cara Menghindari Anak dari Stunting

Pengalaman dan bukti Internasional menunjukkan bahwa stunting dapat menghambat pertumbuhan ekonomi dan menurunkan produktivitas pasar kerja, sehingga mengakibatkan hilangnya 11% GDP (Gross Domestic Products) sebuah negara serta mengurangi pendapatan pekerja dewasa hingga 20%.

Selain itu, stunting juga dapat berkontribusi pada melebarnya kesenjangan, sehingga mengurangi 10% dari total pendapatan seumur hidup dan juga menyebabkan kemiskinan antar-generasi. [RN]
 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Mengenal Magot, Si Pengolah Sampah Organik yang Andal

Binsar Marulitua   Liputan Khusus
Bagikan: