Sah, Seni Pinisi Resmi jadi Warisan Budaya Dunia

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
14 Feb 2018   07:30

Komentar
Sah, Seni Pinisi Resmi jadi Warisan Budaya Dunia

Ilustrasi Kapal Pinisi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi menerima sertifikat dari Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB, UNESCO untuk kapal Pinisi. Pemberian sertifikat tersebut setelah seni pembuatan perahu dari Sulawesi Selatan tersebut ditetapkan menjadi salah satu Warisan Budaya Tak Benda Dunia pada 7 Desember 2017 lalu di Korea Selatan.

"Ditetapkannya Pinisi sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia adalah kebanggaan besar bagi rakyat Indonesia," kata Menlu Retno Marsudi di Jakarta, Selasa (13/2).

Pernyataan tersebut disampaikan Retno saat menerima sertifikat penetapan Warisan Budaya Tak Benda dari Hotmangaradja Pandjaitan, Duta Besar RI untuk Perancis sekaligus Delegasi Tetap RI untuk UNESCO di Kementerian Luar Negeri.

Dengan keberhasilan Pinisi itu, Indonesia telah memiliki sembilan Warisan Budaya Tak Benda UNESCO. Warisan Budaya Tak Benda lainnya adalah keris, pertunjukan wayang, batik, pelatihan membatik, angklung, tari Saman, Noken Papua, dan tari Bali.

Retno menekankan kesiapan Kemenlu untuk terus bekerja sama dengan pemangku kepentingan terkait dalam melestarikan budaya dan kekayaan alam nasional. Meski demikian, Menlu mengingatkan bahwa penetapan UNESCO itu bukanlah tujuan akhir, melainkan hanya sarana untuk mendukung pelestarian budaya nasional.

"Setiap penetapan yang diberikan UNESCO kepada budaya atau kekayaan alam Indonesia perlu diikuti dengan kebijakan pelestarian yang baik, termasuk penyuluhan kepada masyarakat," ujarnya lagi. 

Sementara itu, untuk 2018, pemerintah Indonesia menargetkan keberhasilan nominasi Pantun yang merupakan nominasi gabungan bersama Malaysia. Tahun berikutnya, nominasi yang ditargetkan adalah Pencak Silat.

Sementara itu, Dubes Hotmangaradja Pandjaitan menegaskan kesiapan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Paris untuk terus mengawal proses nominasi Pantun dan Pencak Silat.

"Pengakuan UNESCO terhadap kekayaan alam dan budaya Indonesia adalah dorongan bagi kita untuk selalu merawat alam dan budaya, sekaligus untuk menebalkan rasa cinta Tanah Air," ujarnya. [RN]
 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: