Meski Diterpa Isu Miring, Industri Sawit Indonesia Tetap Meningkat

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 0
30 Jan 2018   20:00

Komentar

Konferensi pers di Kantor Pusat GAPKI di Jakarta Pusat, Selasa (30/1). (Foto : Foto: Trubus.id/Astri Sofyanti)

Trubus.id -- Diterpa berbagai isu miring sepanjang tahun tak membuat industri sawit di Indonesia melemah. Terbukti, menurut catatan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), sepanjang tahun 2017 lalu, ekspor kelapa sawit masih naik.

Namun meski demikian, pelaku industri kepala sawit tetap berupaya meningkatkan lagi kinerja di sejumlah aspek guna meningkatkan produksinya.

Baca Lainnya: Terikat Prinsip Non Diskrimasi, Prancis Tidak Larang Produk Sawit Indonesia

“Ekspor kelapa sawit kita naik, tapi masih banyak serangan yang dilakukan oleh berbagai pihak,” kata Togar Sitanggang, Sekretaris Jendral GAPKI, dalam konferensi pers di Kantor Pusat GAPKI di Jakarta Pusat, Selasa (30/1).

Menurut data yang dikeluarkan GAPKI, produksi CPO 2017 Indonesia mencapai 38,17 juta ton serta PKO sebesar 3,05 juta ton. Jika ditotal, keseluruhan industri kelapa sawit Indonesia sebesar 41,98 juta ton.

Angka tersebut menunjukkan bahwa terjadi peningkatan produksi sebesar 18 persen dari tahun lalu yang hanya sekitar 35,57 juta ton. Sementara itu, harga rata-rata CPO 2017 tercatat sekitar USS 714,3 per metrik ton atau meningkat sekitar 2 persen dibanding tahun 2016 lalu.

“Pasar-pasar tradisional dari ekspor sawit seperti China, India, Amerika Serikat, dan Bangladesh akan tetap dijaga untuk terus melakukan ekspor sawit ke negara-negara tersebut,” lanjutnya.

Baca Lainnya: Jambi Siap Remajakan Tanaman Sawit 20 Ribu Hektare

Dalam menjalin kemitraan oleh petani, GAPKI sendiri berkomitmen akan terus melakukan replanting untuk terus meningkatkan produksi. Sosialisasi pun gencar dilakukan. Hal ini bertujuan agar terjadi kerja sama yang baik antara GAPKI dan para petani sawit.

“Kami juga akan membantu Kementerian Pertanian dalam sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (Ispo),” ungkap Togar.

Untuk itu, pelaku usaha industri minyak sawit Indonesia dalam hal ini khususnya GAPKI, optimis bahwa pada tahun mendatang industri sawit Indonesia memiliki prospek yang lebih baik lagi. Apalagi, GAPKI menilai bahwa peningkatan produktivitas nasional juga sangat berperan dalam hal pengurangan tingkat kemiskinan serta kesenjangan ekonomi yang terjadi di Indonesia. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          

Menhub Budi Karya Apresiasi Petugas Perlintasan di Medan

Thomas Aquinus Krisnaldi   Peristiwa
Bagikan: