Mendag: Kampanye Hitam Minyak Sawit Indonesia di Eropa Karena Persaingan Bisnis

TrubusNews
Ihsan Maulana | Followers 0
09 April 2018   17:45

Komentar

Ilustrasi (Foto : Foto: Pixabay/ sarangib)

Trubus.id -- Komoditas ekspor, minyak kelapa sawit atau crude palm oil Indonesia mendapat sentimen negatif di Benua Eropa. Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita menyebut, sentimen negatif berupa pelarangan penggunaan minyak sawit asal Indonesia di Uni Eropa diduga akibat persaingan bisnis.

Pasalnya, Uni Eropa sendiri menilai, minyak sawit mentah Indonesia lebih murah daripada minyak nabati lain yang harganya cenderung lebih mahal.

Baca Lainnya: Norwegia Diskriminasikan Sawit, Indonesia Ancam Stop Impor Ikan Salmon

"Kalau saya lihat ini ada persaingan bisnis ya, mereka memproduksi rapeseed oil dimana harganya lebih mahal, sedangkan CPO kita kan lebih murah," kata Enggar di Kantor Wakil Presiden, (9/4).

Kemudian, produksi minyak sawit mentah, juga menggunakan lahan yang lebih sedikit ketimbang rapeseed oil. Karenanya, Enggar menilai, ada persaingan tidak sehat dalam ancaman larangan CPO oleh Uni Eropa tersebut.

Diketahui, Parlemen Uni Eropa saat ini telah menyetujui rencana phase out biodiesel berbahan minyak sawit mentah di tahun 2021 mendatang. Meski belum final, namun rencana ini mengancam ekspor biodiesel Indonesia.

Baca Lainnya: 5,3 Juta Petani Sawit Indonesia Terancam Akibat Kebijakan Uni Eropa

Pemerintah merasa, rencana itu sangat diskriminatif karena membedakan penghapusan minyak nabati olahan dari sawit lebih awal.

Maka dari itu, Pemerintah Indonesia sedang berupaya mencari posisi tawar terhadap rencana pembatasan penggunaan biodiesel tersebut. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          

Menhub Budi Karya Apresiasi Petugas Perlintasan di Medan

Thomas Aquinus Krisnaldi   Peristiwa
Bagikan: