KLHK-FAO Susun Dokumen "Status Hutan Indonesia"

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
16 Mei 2018   08:19

Komentar
KLHK-FAO Susun Dokumen

Hutan (Foto : Foto: Istimewa)

Trubus.id -- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bekerjasama dengan organisasi pangan dan pertanian dunia (FAO) menyusun dan menerbitkan publikasi pertama "Status Hutan Indonesia".

Pada Selasa (15/5) para pejabat dari kedua belah pihak menggelar lokakarya untuk menyelesaikan isi dokumen tersebut. Secara garis besar isi dokumen tersebut menyoroti upaya Pemerintah Indonesia melalui berbagai instrumen kebijakan dan praktik kehutanan mendorong tata kelola pemerintahan yang baik dalam pengelolaan hutan berkelanjutan.

"`Status Hutan Indonesia` (National SOFO) adalah masa depan hutan kita. Dokumen ini kemungkinan bertahan sampai 30 tahun ke depan dan Anda bertanggung jawab atas masa depan hutan Indonesia," kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, Selasa (15/5).

Menurut Menteri Siti, hal ini merupakan langkah besar bagi kehutanan Indonesia dengan dukungan dari FAO. Mungkin ini bisa dibandingkan dengan dukungan FAO pada pembangunan pertanian Indonesia pada tahun 70-an. 

"Status Hutan Indonesia" akan memberi informasi kepada komunitas global tentang status hutan Indonesia dan sumber daya kehutanan dan upaya Pemerintah Indonesia untuk memberikan akses alokasi sumber daya kehutanan agar bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat. 

Dokumen ini juga akan mencegah dan mengelola deforestasi dan degradasi sumber daya kehutanan dan untuk memastikan terwujud keadilan lingkungan hidup dan kesetaraan kesempatan bagi seluruh rakyat Indonesia, termasuk penduduk asli.

"Dunia sedang mencari seorang pemimpin di bidang kehutanan, satwa liar dan keanekaragaman hayati. Masyarakat internasional mengharapkan kepemimpinan kita," ujar Siti.

"Status Hutan Indonesia 2018" terdiri atas enam bab, yaitu pendahuluan, ikhtisar kawasan hutan Indonesia, mengatasi faktor pendorong deforestasi dan degradasi hutan, pembangunan kapasitas pengelolaan hutan, menuju paradigma baru pengelolaan kawasan konservasi dan Kontribusi sektor kehutanan dan swasta terhadap ekonomi nasional.

Selain itu membahas topik lanjutan dari kepentingan internasional yang meliputi tata kelola kawasan hutan, mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, pengelolaan ekosistem gambut, partisipasi masyarakat dalam pengelolaan hutan, perlindungan dan konservasi keanekaragaman hayati serta hutan produksi lestari. 

"Sebuah kehormatan bagi kami FAO untuk bisa mendukung proses SOFO sejak Oktober 2017. Bagi FAO, Indonesian SOFO bukan hanya penting bagi Indonesia tetapi juga bagi dunia," kata Perwakilan FAO di Indonesia Stephen Rudgard.

Draf pertama sedang ditinjau secara teknis dan akan diperbaharui dengan revisi draf pada akhir Mei. "Status Hutan Indonesia 2018" akan diluncurkan pada akhir Juni 2018 melalui "soft launching", sebelum dipresentasikan oleh Menteri Lingkungan dan Kehutanan Siti Nurbaya pada Konferensi Internasional Komite Kehutanan FAO (COFO) Juli 2018 di Roma.

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: