Padi gogo (Foto: Istimewa)

Kembangkan Lahan Kering, Balitbangtan Kenalkan Teknologi Largo Super

Trubus.id -- Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbantan) Kementerian Pertanian (Kementan) pada 2017 lalu memperkenalkan teknologi terbaru guna mengembangkan lahan kering yang tak produktif dengan budidaya padi dengan menerapkan teknologi largo super.

Balitbangtan juga menyebutkan jika penanaman padi gogo di lahan kering ini dilakukan di Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen dengan luas lahan mencapai 100 hektare yang saat ini tengah memasuki masa panen.

Selain itu, petugas detaser Balai Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) Badan Litbang Pertanian juga memberikan pendampingan kepada para petani yang mengembangkan metode largo super.

Berdasarkan rilis resmi Balitbangtan di Jakarta Kamis (1/2), Nurkholis salah seorang petugas di lapangan yang memberikan pendampingan juga harus meyakini para petani bahwa lahan seluas 100 hekatare yang digarap ditanami padi varietas unggul ini akan berjalan sukses.

“Awalnya para petani ragu karena menggarap lahan kering untuk budidaya padi, tapi kami mencoba meyakinkan dan akhirnya berhasil,” ungkapnya.

Selain itu, pemerintah setempat juga sangat mendukung program yang digawangi oleh Balitbangtan ini guna membuat lahan kering menjadi produktif.

Meski begitu, sejumlah kendala masih ditemukan di lapangan seperti serangan hama dan penyakit, namun bisa diatasi dengan baik.

Alasan Balitbangtan memilih lahan kering sebagai budidaya padi, karena Balitbangtan ingin meningkatkan produksi padi di lahan kering serta juga agar petani setempat tetap berproduktif.[KW]



Bagaimana reaksi kamu tentang artikel ini ?

Senang

0%

Bahagia

16%

Terinspirasi

8%

Bangga

36%

Sedih

12%

Kaget

8%

Takut

12%

Marah

8%

KOMENTAR ANDA