Ini Kata Mendag Soal Pro Kontra Impor Beras

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
22 Jan 2018   09:30

Komentar
Ini Kata Mendag Soal Pro Kontra Impor Beras

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita (Foto : Foto: Istimewa)

Trubus.id -- Hingga saat ini Keputusan Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita yang akan melakukan impor beras sebanyak 500.000 ton dari Thailand dan Vietnam ini masih menuai pro dan kontra di dalam negeri.

Padahal rencana impor tersebut semata-mata untuk memenuhi kebutuhan beras nasional.

Di sisi lain Kementerian Pertanian menyatakan jika Indonesia tak memerlukan beras impor karena pasokan beras dalam negeri dalam kondisi aman. Terlebih pada Februari mendatang adalah waktu panen raya di beberapa daerah sentra produksi beras.

Banyak kalangan mengatakan jika impor beras yang dilakukan Mendag hanya akan menyulitkan petani.

Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan jika harga rata-rata beras kualitas medium di tingkat penggilingan pada Desember lalu naik sebesar 2,66 per atau Rp 9.526 per kilogram (kg) jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

BPS juga mengungkap jika kenaikan harga beras khususnya kualitas medium telah terjadi sejak Desember 2017 lalu karena tingginya permintaan dari masyarakat.

Kenaikan harga rata-rata beras tak hanya terjadi pada beras kualitas medium saja, tapi beras kualitas premium juga mengalami kenaikan sebesar 3,73 persen menjadi Rp9.860 per kg di banding bulan sebelumnya.

Terkait impor beras tersebut, Kemendag menjamin jika impor beras yang dilakukan oleh Perum Bulog ini tidak akan mengganggu para petani.

Impor beras sendiri dilakukan bertujuan untuk menghindari kekosongan pasokan sebelum panen raya tiba.

“Pemerintah tak mau mengambil risiko jika RI kekurangan stok beras mengingat panen raya baru akan terjadi Maret mendatang,” ungkap Menteri Enggar di Jakarta, Minggu (21/1). [KW]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: