Empat Jam Operasi, 48 Peluru Dikeluarkan dari Tubuh Orangutan

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
07 Feb 2018   11:15

Komentar
Empat Jam Operasi, 48 Peluru Dikeluarkan dari Tubuh Orangutan

Orangutan (Foto : Foto: Istimewa)

Trubus.id -- Tim otopsi Rumah Sakit Pupuk Kaltim mengeluarkan 48 butir peluru dari tubuh Orangutan yang ditemukan tewas di dalam kawasan Taman Nasional Kutai (TNK) Kota Bontang Kalimantan Timur. Pihak rumah sakit yang melakukan penanganan tersebut memastikan peluru berasal dari senjata jenis senapan angin.

Manager Perlindungan Habitat Centre for Orangutan Protection (COP) Ramadhani mengatakan dalam waktu empat jam otopsi tidak semua butir peluru yang bersarang di tubuh primata itu dikeluarkan.  Jumlah 48 butir peluru itu masih jauh lebih sedikit dari hasil foto rontgen yang mendeteksi setidaknya ada lebih kurang 130 butir peluru yang bersarang di tubuh primata dengan nama latin  Pongo pygmaeus tersebut. 

"Peluru itu hampir merata di sekujur tubuh Orangutan, tapi terbanyak di bagian kepala terdeteksi ada 74 butir peluru. Sisanya ada di bagian tangan, kaki dan dada," ungkap Dhani seperti dalam keterangan tertulis pada, Rabu (7/2).

Baca Lainnya: Terungkap, Pelaku Pembunuhan Keji Orangutan

Dhani menambahkan banyaknya tembakan yang diterima pada bagian kepala, termasuk di sekitar mata, mengakibatkan kedua mata Orangutan itu mengalami kebutaan. Tim otopsi juga menemukan banyak bekas luka di sekujur tubuh primata tersebut. 

 "Ada juga luka terbuka masih baru sebanyak 19 titik yang diduga dari benda tajam. Jadi, dugaan sementara penyebab kematian Orangutan itu karena adanya infeksi luka lama ataupun yang baru terjadi," jelas Dhani.

Individu Orangutan berkelamin jantan dengan usia sekitar 5-7 tahun itu dilaporkan mati pada Selasa (6/2) dini hari saat menjalani perawatan di Balai Taman Nasional Kutai (TNK) di Kota Bontang. Primata itu dievakuasi dari area TNK pada Minggu (4/2) setelah ditemukan warga dalam kondisi mengenaskan di wilayah Desa Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur, Kaltim, pada Sabtu (3/2).

Dhani mengungkapkan, sekitar 130 butir peluru yang bersarang di tubuh primata itu adalah yang terbanyak dalam sejarah konflik antara Orangutan dengan manusia yang pernah terjadi di Indonesia.

Menurut data COP, pada Mei 2016 pernah terjadi kasus serupa dengan lokasi yang tidak terlalu jauh dari area penemuan terbaru ini, namun kasus itu tidak terungkap hingga sekarang.

"Kami akan berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan KLHK untuk sama-sama mengungkap kasus kematian Orangutan ini. Pengalaman dua pekan lalu pembunuhan Orangutan di Kalahien, Kalimantan Tengah, bisa terungkap oleh Polda Kalteng, sehingga kami yakin aparat penegak hukum dapat menyelesaikan kasus di Kaltim," jelasnya. [KW]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: