Budidaya Rumput Laut di Nunukan Bak Pisau Bermata Dua

TrubusNews
Syahroni | Followers 2
13 Mar 2018   19:45

Komentar
Budidaya Rumput Laut di Nunukan Bak Pisau Bermata Dua

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Populasi rumput laut yang melimpah di perairan perbatasan Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utaradinilai banyak pihak seperti pisau bermata dua. Di satu sisi, dengan rumput laut, ekonomi warga sekitar bisa membaik.

Maklum saja, saat ini harga rumput laut sudah mencapai Rp 16.000, bahkan sempat menyentuh Rp 20.000. Karena itu banyak warga Nunukan yang membudidayaan rumput laut di perairan tersebut. 

Baca Lainnya: Mendag: Indonesia Siap Produksi Rumput Laut untuk Argentina

Namun sayangnya di sisi lain, keberadaannya mengganggu jalur pelayaran internasional maupun pelayaran tradisional. Hal ini terjadi lantaran pola tanam warga mulai tidak tertata. Karena itu Pemkab Nunukan diminta melaksanakan sosialisasi dan penertiban batas-batas perairan yang boleh ditanami rumput laut.

Komandan Pangkalan TNI AL Kabupaten Nunukan, Letkol Laut (P) Ari Aryono mengatakan, hampir seluruh perairan muara Nunukan sampai muara Tanjung Kayu Mati kini dipenuhi bentangan rumput laut.

"Hal positifnya meningkatkan perekonomian warga, tetapi dengan banyaknya bentangan rumput laut tersebut membuat alur navigasi pelayaran menjadi sempit dan terganggu saat kapal yang besar seperti Pelni bermanuver," ujar Ari, Selasa (13/3).

Baca Lainnya: Panen Meningkat, KKP Klaim Budi Daya Rumput Laut di Lombok Berhasil

Tak hanya mengganggu pelayaran, rumput laut dibudidayakan warga juga mulai mengganggu keberadaan pos TNI AL Tinabasan di perairan perbatasan ketika personel TNI AL akan melaksanakan patroli keamanan laut.

Bentangan rumput laut telah mengelilingi keberadaan pos tersebut hingga menyulitkan speedboat petugas yang ingin bermanuver dan navigasi cepat jika dalam kondisi darurat. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: