Baterai Limbah Kaca, Solusi Tepat Atasi Pencemaran Lingkungan

TrubusNews
Diah Fauziah | Followers 0
05 Mar 2018   06:00

Komentar
Baterai Limbah Kaca, Solusi Tepat Atasi Pencemaran Lingkungan

Limbah botol kaca dapat diubah menjadi baterai lithium-ion generasi mendatang. (Foto : Foto: UC Riverside)

Trubus.id -- Besarnya pencemaran limbah baterai terhadap lingkungan hidup, Cengiz Ozkan, profesor teknik mesin dan Mihri Ozkan, profesor teknik elektro di Riverside’s Bourns College of Engineering University of California, melakukan penelitian dengan menggunakan limbah botol kaca sebagai bahan alternatif untuk membuat baterai.

Saat ini, penggunaan gadget terus meningkat. Mulai anak kecil hingga dewasa menggunakan alat eletronik seperti smart phone, tablet, kamera, hingga laptop. Tidak heran jika perusahaan elektronik terus berkembang. Padahal, limbah baterai yang termasuk dalam B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Di mana proses penguraian limbahnya membutuhkan waktu yang tidak sebentar, mencapai ratusan tahun.

Penelitian tentang baterai limbah kaca ini dimuat dalam jurnal Nature Scientific Reports yang berjudul Silicon Derived from Glass Bottles as Anode Materials for Lithium Ion Full Cell Batteries. Berawal ketika para peneliti melihat miliaran botol kaca di tempat pembuangan sampah setiap tahun.

Baca Lainnya: Canggih, Pria Ini Ciptakan Powerwalls dari Baterai Laptop Bekas

Oleh karena itu, mereka mencoba mengubah silikon dioksida di dalam limbah botol minuman menjadi nanopartikel silikon yang memiliki kemurnian tinggi untuk baterai lithium-ion. Melalui proses kimia berbiaya rendah, para ilmuwan berhasil menciptakan anoda nanosilikon yang dapat digunakan pada baterai lithium-ion berkinerja tinggi.

Anoda silikon bisa menyimpan energi hingga 10 kali lebih banyak daripada anoda grafit konvensional. Hanya saja, pemuaian dan penyusutan selama pengisian dan pelepasan membuatnya tidak stabil.

Untuk mengatasi masalah tersebut, para peneliti mengubah silikon ke skala nano. Menggabungkan bentuk silicon dioxide yang melimpah dan relatif murni. Hasilnya, para peneliti berhasil menciptakan baterai setengah sel lithium-ion yang menyimpan energi hampir empat kali lebih banyak dari anoda grafit konvensional.

Untuk membuat anoda, mereka menggunakan tiga cara, yakni penghancuran dan penggilingan botol kaca hingga halus, pengurangan magnesiothermic untuk mengubah silikon dioksida menjadi silikon berstruktur nano, dan melapisi nanopartikel silikon dengan karbon untuk meningkatkan stabilitas dan sifat penyimpanan energinya.

Baca Lainnya: Sneaker dari Rumput Laut ini Anti Basah dan Kurangi Pencemaran

“Kami memulai penelitian dengan mengolah produk limbah yang ada di tempat pembuangan sampah. Menciptakan baterai hemat energi yang lebih cepat terisi dayanya dan juga stabil daripada baterai sel koin komersial. Sangat menjanjikan untuk digunakan sebagai baterai lithium-ion generasi mendatang,” ujar Changling Li, mahasiswa pascasarjana di bidang sains dan teknik material yang juga penulis utama di jurnal tersebut.

Dikatakan Li, satu botol kaca menyediakan cukup nanosilicon untuk ratusan atau tiga-lima kantong sel koin baterai. Penelitian ini adalah rangkaian terbaru dari serangkaian proyek yang dipimpin oleh Mihri dan Cengiz Ozkan untuk menciptakan anoda baterai lithium-ion dari bahan ramah lingkungan. Sebelumnya, penelitian fokus pada pengembangan dan pengujian anoda dari jamur portabella, pasir, dan tanah diatom. [DF]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: