59 Penderita Gizi Buruk dan Penyakit Bawaan, Ditemukan di Tangerang Selatan

TrubusNews
Syahroni | Followers 2
13 Mar 2018   21:15

Komentar
59 Penderita Gizi Buruk dan Penyakit Bawaan, Ditemukan di Tangerang Selatan

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Gizi buruk ternyata tak hanya terjadi di kawasan pelosok Indonesia. di Kota penyangga ibukota seperti Tangerang Selatan (Tangsel), kasus gizi buruk juga banyak di jumpai. Menurut catatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangsel, sepanjang tahun 2018 yang baru berjalan 3 bulan saja, sudah ada 59 anak yang mengalami gizi buruk.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Tangsel, Iin Sifiyanti merinci, di bulan Januari 2018, dari 59 orang pengindap gizi buruk, 26 diantaranya sudah berhasil ditangani.

Baca Lainnya: Di Jakarta Utara, 34 Anak Menderita Gizi Buruk

“Bulan Januari ada 59 orang yang sudah ditangani, ada 26 orang yang lulus setelah diintervensi dengan pendampingan,” jelas Iin,  di kantor Dinkes Tangsel, Selasa (13/3).

Dinas Kesehatan Kota Tangsel melakukan intervensi kepada anak penderita gizi buruk dengan cara pendampingan. Petugas dari puskesmas berkunjung ke rumah-rumah memeriksakan kesehatan balita.

“Pemeriksaan ke rumah-rumah ini dilakukan satu mingu satu kali. Ini dilakukan untuk memastikan tumbuh kembang anak kembali normal setelah proses pemulihan yang dilakukan,” kata Iin. 

Ia menjelaskan, penderita gizi buruk di Tangsel adalah anak dengan rentang umur satu bulan hingga lima tahun. Anak-anak ini diketahui berasal dari keluarga ekonomi menengah ke bawah dan juga menderita suatu penyakit bawaan.

"Rata-rata gizi buruknya dengan penyakit penyerta, seperti jantung bawaan, TB paru, down syndrome dan cerebal palsy," tambahnya.

Meski demikian, Iin menyebut, penderita gizi buruk di kota Tangsel masih lebih sedikit dibanding kota/kabupaten lain se-Provinsi Banten. Namun begitu, pihaknya berkomitmen untuk meningkatkan layanan kesehatan masyarakat kota Tangsel.

Baca Lainnya: Status KLB Gizi Buruk Asmat Dicabut, 12 Pasien Masih Tersangkut

"Dibanding kabupaten kota lain di provinsi Banten, Tangerang Selatan paling sedikit kasus gizi buruknya," ucap dia.

Dia memastikan masih ekstra keras bekerja memberikan asupan gizi terbaik bagi anak-anak di Tangsel. Melalui peran kader kesehatan di tingkat Puskesmas yang ada di seluruh kelurahan dan kecamatan yang ada, pihaknya yakin bisa menjadikan anak anak Tangsel terbebas dari gizi buruk.

"Harapan kami zero, kami juga menginginkan peran aktif dan dukungan masyarakat," ucapnya. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: