5,3 Juta Petani Sawit Indonesia Terancam Akibat Kebijakan Uni Eropa

TrubusNews
Diah Fauziah | Followers 0
01 Mar 2018   15:30

Komentar
5,3 Juta Petani Sawit Indonesia Terancam Akibat Kebijakan Uni Eropa

Ilustrasi petani kelapa sawit. (Foto : Foto: Istimewa)

Trubus.id -- Pada 2021 mendatang, Parlemen Uni Eropa telah menyetujui penghapusan biodiesel berbahan bakar nabati. Undang Undang tersebut melarang penggunaan minyak kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO) untuk campuran biodiesel.

Untuk mewujudkan rencana tersebut, Uni Eropa telah melarang impor produk kelapa sawit. Kebijakan tersebut menuai reaksi dari berbagai negara pengekspor sawit, seperti Indonesia.

Menurut Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), kebijakan tersebut berpotensi membunuh 5,3 juta Kepala Keluarga petani sawit Indonesia yang menggantungkan hidupnya pada keberlangsungan produksi sawit.

Baca Lainnya: Terikat Prinsip Non Diskrimasi, Prancis Tidak Larang Produk Sawit Indonesia

“Ini merupakan kejahatan sistematis. Dengan pelarangan ini, UE melakukan pelanggaran HAM sebab jutaan petani sawit menggantungkan hidupnya di sana," kata Asmar Arsjad, Seketaris Jenderal Apkasindo di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Berdasarkan data Apkasindo, setiap petani memiliki sekitar 2 hektare lahan kebun sawit. Total keseluruhan lahan petani sawit rakyat sebanyak 4,3 juta hektare. Sementara itu, total keseluruhan lahan sawit nasional sebanyak 11,9 juta hektare. Itu artinya, pelarangan biodiesel sawit di Eropa akan memukul Indonesia sebagai produsen sawit terbesar di dunia.

Asmar mengatakan jika pelarangan tersebut dilatarbelakangi oleh isu suistainability dan deforestasi di perkebunan sawit. Padahal, pemerintah dan Apkasindo sudah memperbaiki sistem penanaman kelapa sawit.

"Kami sudah giat melakukan semua pelatihan tentang good agricultural practices dengan tujuan mendorong praktik berkelanjutan yang mampu meningkatkan produktivitas. Dengan peningkatan produktivitas ini, para petani cenderung menghindari perluasan lahan sawit," katanya.

Baca Lainnya: Emil Salim: Nilai Industri Sawit untuk Siapa?

Ia melanjutkan, “Di satu sisi, Uni Eropa melarang biodiesel berbahan sawit. Tapi, mereka juga mengakui jika kelapa sawit merupakan tanaman paling feasible untuk memenuhi pemintaan minyak nabati dunia tanpa memerlukan lahan besar.”

Untuk menghasilkan 1 ton minyak nabati dari kelapa sawit, dibutuhkan lahan seluas 0,25 hektare. Padahal, kedelai maupun rapeseed membutuhkan areal sebanyak 1 hingga 1,5 hektare.

"Rencana pelarangan biodiesel oleh Parlemen UE merupakan kejahatan serius bagi pembatasan sawit petani kelapa sawit Indonesia," tegasnya. [DF]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: