Jelang Ramadan, Kemendag Jaga Harga Pangan di Pasar Tradisional

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
18 April 2018   14:00

Komentar
Jelang Ramadan, Kemendag Jaga Harga Pangan di Pasar Tradisional

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita (Foto : Foto: Istimewa)

Trubus.id -- Jelang Ramadan Kementerian Perdagangan RI (Kemendag) rutin memantau harga kebutuhan pokok di sejumlah wilayah di Indonesia. Hal tersebut dilakukan Kemendag agar stabilisasi harga jelang Ramadan tetap terkontrol dan tak ada kenaikan harga.

Seperti hasil pantauan Kemendag di sejumlah pasar tradisional Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) harga kebutuhan pokok masih terkendali.

Baca Lainnya: Jaga Stabilitas Pangan Jelang Lebaran, Ini Strategi yang Akan Dilakukan Bulog

“Harga kebutuhan pokok di Kupang jelang Ramadan masih aman belum menunjukan adanya pergerakan kenaikan harga,” ujar Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional Kementerian Perdagangan Dody Edward di Kupang, Rabu (18/4).

Seperti harga beras premium saat ini tercatat sekitar Rp 12.000 per kilogram (kg), beras medium Rp 11.000 per kg, minyak goreng kemasan Rp 13.000 per liter, bawang putih Rp 35.000 per kg, serta bawang merah Rp 36.000 per kg.

Harga daging sapi masih stabil yakni Rp 90.000 per kg, daging ayam Rp 27.000 per kg, telur ayam Rp 40.000 per kg.

Baca Lainnya: Untuk Persediaan Lebaran, Bulog Riau Impor 15 Ton Daging Kerbau Asal India

Lebih lanjut Dody, stabilnya harga kebutuhan pangan di Kupang karena pasokan komoditas ke pasar-pasar tradisional Kupang masih lancar dan aman.

“Untuk pasokan bulan puasa nanti, stok kebutuhan pangan kondisinya aman dan masih tersedia di sejumlah pasar tradisional Kupang dan sekitarnya,” tambah Dody.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita terus melakukan penguatan regulasi yaitu pendaftaran pelaku usaha bahan pokok, harga acuan dan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras, penataan dan pembinaan gudang, serta perdagangan antar pulau.

Baca Lainnya: Ini 3 Jurus Mendag, Untuk Stabilkan Harga dan Pasokan Bahan Pokok Jelang Lebaran

"Sejauh ini, kami juga terus mendorong para pedagang untuk mendaftarkan usahanya di Kementerian Perdagangan, agar kebijakan tersebut dapat diketahui secara luas oleh masyarakat," ujarnya.

Hal tersebut dilakukan sebagai upaya antisipasi dini dalam menjaga ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat saat puasa sampai lebaran dengan harga yang terjangkau.

"Pemerintah pusat dan daerah terus bersinergi dalam mengantisipasi kenaikan permintaan barang kebutuhan pokok yang meningkat jelang Ramadan," tutur Enggar. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Rumah Warga Aceh di Rusak Kawanan Gajah Liar

Astri Sofyanti   Peristiwa
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: