Pulau Komodo dan Labuan Bajo Dipenuhi Sampah, Ini yang Dilakukan KLHK

TrubusNews
Astri Sofyanti
17 April 2018   19:45 WIB

Komentar
Pulau Komodo dan Labuan Bajo Dipenuhi Sampah, Ini yang Dilakukan KLHK

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Temuan tumpukan sampah di Taman Nasional Komodo menjadi viral di dunia maya. Menanggapi hal ini, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengaku akan segera turun tangan.

Yah, KLHK berencana akan membangun pusat penanganan sampah di daerah wisata seperti Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo (TNK) ini.

Baca Lainnya: Waduh, 650 Kilogram Sampah Berceceran di Pulau Komodo Tiap Hari

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Balai Taman Nasional Komodo, Budi Kurniawan. Ia mengatakan, Balai TNK sebelumnya mencatat, produksi sampah di kawasan wisata TNK mencapai 650 kilogram setiap harinya.

Kondisi ini kalau tidak segera tertangani akan sangat membahayakan ekosistem dan sumber daya alam di wilayah itu. Karena itulah, KLHK turun tangan.

“Tahun ini KLHK membangun pusat daur ulang sampah di Labuan Bajo dan TNK,” jelas Budi di Kupang, Selasa (17/4).

Ia menyebut, timbunan sampah yang paling banyak berada di Pulau Komodo meliputi Desa Komodo dan Wisata Loh Liang serta Pulau Rinca di Desa Pasir Panjang dan Wisata Loh Buaya.

Sementara itu, menurut Wild Fund for Nature (WWF) Indonesia, Labuan Bajo memproduksi sampah sekitar 13 ton atau sebesar 112 meter kubik per hari.

Lebih lanjut Budi menjelaskan, penanganan sampah di kedua kawasan wisata tersebut didukung oleh gerakan kelompok masyarakat peduli sampah yang melibatkan warga dari sejumlah desa di dalam kawasan.

Sampah yang terkumpul, nantinya dipilih lalu diangkut ke Labuan Bajo. Sedangkan untuk kategori sampah organik yang akan didaur ulang akan bekerja sama dengan Koperasi Serba Usaha (KSU) Sampah Komodo dan sisanya dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA).

Baca Lainnya: Agar Komodo Tidak Stres, Wisatawan TNK Akan Dibatasi, Mulai Kapan?

Penanganan sampah baik di dalam kawasan wisata Komodo dan di Labuan Bajo sepenuhnya telah didukung oleh KLHK.

Dukungan tersebut berupa pembangunan pusat pendauran ulang sampah maupun penataan TPA yang saat ini dikelola pemerintah daerah, serta di alokasi untuk pembangunan TPA yang baru. [RN]
 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Kementan Ungkap Alasan Harga Pupuk Bersubsidi Naik

Peristiwa   20 Jan 2021 - 09:13 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          

Masalah Subsidi Pupuk, Begini Solusi Pakar IPB

Peristiwa   19 Jan 2021 - 08:37 WIB
Bagikan: