Ada Salju di Puncak Gunung Semeru, Ini Penyebabnya

TrubusNews
Syahroni
13 April 2018   07:00 WIB

Komentar
Ada Salju di Puncak Gunung Semeru, Ini Penyebabnya

Salju di sekitar puncak gunung Semeru. (Foto : Foto: Doc/ TNBTS)

Trubus.id -- Cuaca ekstrem kini tengah melanda sebagian wilayah di Indonesia. Hal-hal tidak biasa pun kerap terjadi di musim seperti saat ini. Hal yang sama juga ditemui para pendaki di Gunung Semeru. Yah, di sekitar puncak gunung tertinggi di Pulau Jawa itu, pendaki menemukan tumpakan es menyerupai salju.

Penampakan salju menyerupai jejak pendaki di sekitar puncak Gunung Semeru. (Foto: Doc/ TNBTS)

Laporan adanya tumpukan es ini pertama kali dilaporkan pendaki dari Sahabat Volunteer (Saver) Semeru, Rabu (11/4) pagi. Humas Saver Semeru, Rizky Ardiansyah mengatakan, saat itu anggotanya baru saja turun dari puncak Semeru atau yang lebih dikenal dengan nama Mahameru. 

"Ditemukan banyak gumpalan es setebal 2-3 cm di puncak Gunung Semeru, tepatnya di jalur kiri di mana jalur tersebut untuk arah turun dari puncak," ujarnya ketika dihubungi, Kamis (12/4).

Rizki menjelaskan, penemuan gumpalan es di puncak gunung tersebut baru pertama kali terjadi. Biasanya, lapisan es hanya ditemukan di sekitar danau Ranu Kumbolo yang memang merupakan kawasan lembah.

"Jadi memang belakang ini kondisi di puncak sangat ekstrem. Angin sangat kencang dan suhu di puncak mencapai minus 10 derajat. Sangat dingin," kata Rizki.

Dia mengungkapkan, penyebab munculnya es di puncak gunung dikarenakan adanya genangan pasca hujan yang turun. Namun karena cuaca yang sangat dingin dan angin yang kencang terus menerus akhirnya membentuk es yang menyerupai jejak para pendaki. Menggumpal dan tersebar di bebatuan kerikil.

Penampakan salju yang bercampur dengan pasir di jalur menuju puncak Mahameru. (Foto: Doc/ TNBTS)

Sementara itu, Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), John Kennedie mengatakan, cuaca di kawasan Gunung Semeru pada Rabu pagi memang sangat dingin.

"Info dari rekan-rekan di lapangan, kemarin kondisi cuaca sangat dingin, dan dari pendaki yang turun juga menyampaikan ada frozen (salju) di jalur pendakian," tuturnya.

John mengungkapkan, salju biasanya muncul ketika musim pancaroba dari penghujan ke kemarau. Pada saat itu, cuaca bisa mencapai 0 derajat atau bahkan minus.

"Tidak terlalu sering, biasanya muncul bila kondisi cuaca mulai mendekati kemarau, sehingga suhu di atas sangat dingin," imbuhnya. 

karena itu, ia mengimbau kepada para pendaki supaya lebih hati-hati dan membawa peralatan keamanan yang lengkap. Ia menambahkan, sebelumnya petugas TNBTS sebenarnya sudah melarang pendaki untuk ke Puncak Mahameru demi keamanan.

Pendaki hanya dibatasi sampai di Pos Kalimati, pos terakhir sebelum menuju puncak. Namun sebagian pendaki tetap nekat untuk mengakhiri pendakiannya sampai ke Puncak Mahameru. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: