Menelusuri Seluk Beluk Kicau Burung Penggerak Ekonomi

TrubusNews
Syahroni | Followers 0
09 Mei 2018   23:49

Komentar

Trubus.id – Sudah cukup lama burung berkicau dijadikan peliharaan manusia. Wajar saja, pasalnya begitu banyak manfaat burung untuk kehidupan manusia. Mungkin sebagian pendapat para pecinta burung akan mengatakan ‘Mendengarkan suara kicauan burung dapat menentramkan jiwa’.

Komunitas pecinta burung Laskar Cipadu BF usai mengikuti lomba di Jawa Tengah. (Foto: Doc/ Firman Djangkar)

Pendapat ini dikuatkan dengan adanya penelitian yang dilakukan oleh beberapa pihak dari ilmuwan luar negeri. Salah satu ilmuwan yang melakukan penelitian ini adalah Eleanor Ratcliffe, ilmuwan asal inggris.

Ia mengatakan, bahwa sebenarnya dampak positif mendengarkan kicauan burung ocehan itu banyak, namun dalam hal ini ia masih belum bisa menjelaskan dampak positif itu secara ilmiah.

Tapi belakangan, pembuktian terhadap manfaat kicauan burung ocehan telah mencapai dampak yang real. Di luar negeri, beberapa negara memanfaatkan kicauan burung ocehan sebagai pendukung kelancaran bisnis mereka. Salah satunya terdapat pada Rumah Sakit Alder Hey di Liverpool, Inggris.

Di sepanjang koridor rumah sakit tersebut anda akan mendengarkan kicauan-kicauan burung. Menurut mereka pemasangan rekaman kicauan-kicauan burung tersebut dapat mengurangi ketakutan pasien dalam melakukan pengobatan, misalnya disuntik atau dioperasi. Dan siapa sangka hasil yang mereka terima dari para pasien sangat positif.

Manfaat Memelihara Burung Kicau

Hal yang luar biasa, secara umum manfaat yang akan kita dapatkan di saat mendengarkan kicauan burung ocehan adalah sebagai berikut : 

Lomba burung kicau, selain menghilangkan stres, juga bisa menambah penghasilan. (Foto: Doc/ Firman Djangkar)

1. Sebagai sarana menentramkan jiwa

Suara kicauan burung yang indah membawa kenyamanan bagi orang yang mendengarnya hal itu perlahan membawa ketentraman jiwa di kala hati penuh masalah.

2. Peningkatan kemampuan bekerja

Setelah mendengarkan kicauan burung otak akan kembali menjadi fresh dan segar sehingga bekerja bisa lebih maksimal. Kebiasaan ngantuk, malas juga akan hilang. 

3. Melatih otak untuk berfikir kreatif

Kicauan burung yang bervariasi konon katanya membawa dampak baik bagi syaraf-syaraf di otak. Seperti pemanfaatan dalam mendengarkan suara musik, mendengarkan kicauan burung ocehan juga membawa dampak positif bagi pikiran manusia.

Lomba Burung Berkicau Gerakkan Ekonomi

Jika dilihat dari manfaatnya untuk kesehatan dan ketentraman jiwa, kicau burung memang sudah terbukti memberi dampak istimewa. Namun di Indonesia, kicau burung rupanya punya manfaat lain yang bisa berdampak pada para pelakunya.

Firman dari Laskar Cipadu BF usai mengikuti lomba burung berkicau Piala Raja Jogjakarta. (Foto: Doc/ Firman Djangkar)

Yah, kicau burung ternyata juga bisa mempererat silaturahi serta menggerakkan roda ekonomi.

Firman, salah seorang penghobi burung kicau dari Laskar Cipadu BF di Tangerang mengaku, selain mendapat manfaat dari ketentraman, burung kicau juga membantu dirinya memenuhi kebutuhan keluarga. Ia juga jadi punya banyak teman untuk berbagi pengalaman.

Dua hal tadi memang sangat berkaitan. Teman berbagi pengalaman berfungsi untuk menambah pengetahuan dirinya dalam hal merawat burung kicauan. Selanjutnya, penerapan yang dilakukan dari hasil berbagi pengalaman tadi ia terapkan untuk mendongkrak harga burung jagoan.

Ya, lomba burung disebutnya bisa menggerakan ekonomi penghobi burung tanah air. Karena itu, banyak event lomba burung yang kini digelar di berbagai wilayah Indonesia. Salah satunya yang akan digelar dalam waktu dekat adalah even Lomba Burung Berkicau ‘Kapolda Metro Jaya Cup 2018’ yang akan diselenggarakan pada hari Minggu tanggal 15 April mendatang di Lapangan sepakbola Angkasa Pura II, Bandara Soekarno Hatta.

Firman mengakui, dengan even-even sejenis, apalagi yang berskala nasional seperti ‘Kapolda Metro Jaya Cup 2018’, cukup membantu penghobi burung berkicau seperti dirinya untuk meningkatkan performa serta harga burung kicau andalannya. Tak hanya itu, dengan mengikuti even bergengsi seperti itu juga bisa meningkatkan pamor burungnya, apalagi jika sampai keluar sebagai juaranya. 

“Kalau bisa masuk juara 1 sampai 5, harga burung bisa terdongkrak di even nasional seperti itu,” ujar Firman kepada Trubus.id, Minggu (8/4) lalu.

Mempersiapkan Burung untuk Dilombakan

Sebagian besar para penghobi merawat burung berkicau bukan hanya sekedar penghias atau pelengkap rumah saja. Banyak juga penghobi yang merawat burungnya untuk diikutsertakan ke dalam arena lomba.

Burung cucak hijau tengah disiapkan sebelum lomba Piala Raja Yogyakarta. (Foto: Doc/ Firman Djangkar)

Tujuannya beragam. Salah satunya agar bisa maraup penghasilan berupa hadiah dan juga meningkatkan nilai jual yang tinggi jika burung kita bisa keluar sebagai juara.

Namun begitu, tidak mudah untuk menyiapkan burung kicau sebelum memasuki arena lomba. Ada beberapa tahap yang harus dilakukan sebelum terjun ke lapangan. Tahapan perawatan yang harus dicermati sebelum memutuskan membawa burung ke arena lomba dimulai dengan pengamatan pemiliknya.

Pertama-tama yang harus diketahui sebelum memutuskan terjun ke lomba adalah memantau karakter dan kondisi burung. Hal-hal yang harus diperhatikan diantaranya masalah kondisi kesehatan,birahi dan mental burung. Ke tiga hal tersebut sangat mutlak diperhatikan karena masalah tersebut akan berdampak pada hasil penilaian juri di lapangan.

Prosedur dan Tips Membawa Burung Melalui Cargo Pesawat

Lomba burung skala Nasional seperti Lomba Burung Berkicau ‘Kapolda Metro Jaya Cup 2018’ biasa disambangi penghobi dari berbagai wilayah. Tak sedikit, peserta yang datang berasal dari luar kota yang cukup jauh. Untuk itu, mereka kadang harus menggunakan transportasi pesawat terbang bersama burung jagoan mereka.

Burung cucak hijau yang tengah disiapkan untuk lomba. (Foto: Trubus.id/ F Dwi Hadi)

Untuk membawa burung dengan pesawat udara atau memaketkan burung dengan pesawat udara, prosedurnya hampir sama. Sama-sama harus mengurus ijin di Dinas Peternakan setempat (yakni Dinas Peternakan sesuai KTP pengirim/pengurus) dan Bagian Karantina Hewan di bandara pemberangkatan serta harus sama-sama masuk dan tercatat di cargo.

Bedanya, kalau pengiriman melalui paket udara maka nama dan alamat penerima disesuaikan dengan identitas diri orang yang akan mengambil di gudang cargo bandara tujuan. Sedangkan kalau membawa burung dengan pesawat maka penerimanya adalah juga pengirimnya yang nantinya juga harus mengambil di gudang cargo dengan menunjukkan identitas diri sesuai dokumen pengiriman.

Bagi anda yang ingin mengikuti lomba burung atau mengirim burung kicau dengan pesawat, berikut rangkaian prosedur yang harus dijalani.

1. Pergi ke Dinas Peternakan setempat (sesuai KTP pendaftar), sampaikan niat Anda untuk kirim burung. Nanti di tempat itu Anda akan diminta mengisi formulir yang sudah tersedia, antara lain jenis burung, jumlah dan sebagainya.

2. Urusan dengan Dinas Peternakan selesai, Anda berangkat ke Bagian Karantina Hewan di Bandara tempat Anda mau mengirim burung. Di tempat ini Anda akan mendapatkan secarik surat keterangan (surat karantina) dengan dikenai biaya per ekor burung tergantung kebijakan kantor setempat. 

3. Setelah urusan selesai, Anda bisa membawa burung dan surat keterangan itu ke Bagian Cargo Bandara untuk pengurusan pengepakan dan sebagainya. Biaya pengiriman dihitung berdasar volume tempat burung yang Anda gunakan.

4. Untuk pengiriman via jasa paket udara (di cargo) Anda harus siap berkoordinasi dengan penerima burung di Bandara tujuan pengiriman (teman, pembeli dsb) untuk menjemput burung di bandara.

Pada saat di Bagian Cargo, Anda akan mengisikan nama dan alamat penerima barang. Dengan membawa KTP atau identitas lain, si penerima bisa menunjukkan identitas dirinya ketika mau mengambil burung di bandara tujuan.

Dengan demikian, untuk setiap kali pengiriman Anda harus memastikan pesawat apa yang digunakan untuk pengiriman, jam kedatangannya di bandara tujuan sehingga begitu burung mendarat di Bandara, teman atau pembeli burung sudah ada di sana sehingga burung tidak perlu berlama-lama di gudang cargo.

Sedangkan jika Anda juga terbang bersama pesawat pembawa burung, maka nanti Anda sendiri yang akan mengambilnya dengan menunjukkan identitas diri sesuai dokumen pengiriman burung.

Tips Membawa Burung Dalam Pesawat

1. Siapkan burung dengan packing yang kuat tetapi berlubang sehingga burung bisa bernafas dengan leluasa. Usahakan volume wadah burung yang cukup untuk burung tetapi  tidak terlalu besar sehingga bisa menekan biaya.

Burung kacer. (Foto: Trubus.id/ F Dwi Hadi)

2. Siapkan pakan padat misalnya pisang atau kates untuk burung pemakan buah, sayur untuk burung pemakan sayur dan canary seed (misalnya burung kenari), kroto atau jangkrk yang sudah dihilangkan kakinya untuk burung yang nggak doyan buah atau sayuran serta bijian.

3. Pilih pesawat dengan penerbangan paling awal, sebagai persiapan jika terjadi penundaan pemberangkatan sehingga ada kemungkinan burung tetap terkirim hari itu juga.

4. Pastikan jalur penerbangan yang Anda gunakan aman dari kemungkinan penundaan penerbangan.

5. Jika Anda mengirim tanpa menyertai penerbangan pesawat pembawa burung, pastikan penjemput burung langsung menuju ke Gudang Cargo penerimaan barang begitu pesawat mendarat. [RN]

 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: