Tangani Sampah Citarum, Pemerintah Kembangkan TPA Metode Sanitary Landfill

TrubusNews
Binsar Marulitua
28 Mar 2018   15:00 WIB

Komentar
Tangani Sampah Citarum, Pemerintah Kembangkan TPA Metode Sanitary Landfill

TPA Legok Nangka (Foto : Dokumentasi PUPR)

Trubus.id -- Pemerintah terus berupaya memperbaiki kondisi Sungai Citarum yang menjadi sumber air bagi 27,5 juta penduduk Jawa Barat dan DKI Jakarta. Salah satu program yang kini dilakukan adalah dengan membuat  Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) menggunakan metode Sanitary Landfill. TPA ini dibangun di Blok Legok Nangka, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung.

Dengan metode Sanitary Landfill,  sampah yang masuk  TPA Legok Nangka tidak hanya ditampung melainkan diolah ulang sesuai konsep 3R yaitu Reduce, Reuse, Recycle. Selain itu di TPA Reginal juga menyediakan Kolam Retensi seluas 1.029 m3, dan Instalasi Pengolahan Limbah.

Baca Lainnya: Teknologi Manajemen Sampah Zero Jadikan Limbah dengan Ekonomi Tinggi

"Yang menjadi masalah utama di Sungai Citarum adalah sampah, baik sampah industri atau sampah rumah tangga," kata Menteri Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR),  Basuki Hadimuljono dalam keterangan pers yang diterima Trubus.id, Rabu (28/1).

Untuk membangun TPA Legok Nangka, Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya mengelontorkan dana sebesar RP88 Milyar dengan luas lahan keseluruhan 74,6 hektar. Dengan infrastruktur tersebut, diharapkan mampu mengatasi buangan sampah dengan kapasitas 1.500 ton per hari yang bersumber dari wilayah Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Garut.

Dalam prosesnya, sampah yang masuk ke TPA tersebut nantinya akan dipilah menjadi beberapa kategori sebelum dapat diolah. Untuk sampah yang masih memiliki nilai cukup tinggi akan dijual kembali, sementara sampah yang bisa dimanfaatkan akan dikelola menjadi penghasil tenaga listrik yang rencananya akan bekerjasama dengan PLN. Sementara untuk residu sampah yang tidak termanfaatkan akan masuk zona landfill seluas 65.000 m3.

Selain membangun infrastruktur pengolahan sampah, Kementerian PUPR juga akan melakukan program yang melibatkan masyarakat dalam mengurangi sampah melalui program TPS 3R (Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle).

Baca Lainnya: Surabaya Akan Terapkan Teknologi Larva Untuk Kurangi Sampah

Di samping mengurangi kuantitas sampah, adanya TPS 3R juga memberikan pembelajaran pengelolaan sampah kepada masyarakat melalui sumbernya dan penyerapan tenaga kerja. Pengelolaan TPS 3R nantinya akan dilakukan oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM). 

Beberapa TPS 3R yang sudah dibangun kini berada di Desa Cipeundeuy dan Cipta Gumati, Kabupaten Bandung Barat melalui anggaran APBN tahun 2016. Tahun 2017 dibangun TPS 3R di Kelurahan Sukakarya di Kabupaten Sukabumi dan untuk lokasi TPS 3R yang akan dibangun tahun 2018 masih dilakukan survey lokasi bersama Pemda. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: