Gas Beracun dari Kawah Gunung Ijen Normal, Muncul Setiap Musim Hujan

TrubusNews
Diah Fauziah | Followers 0
23 Mar 2018   08:00

Komentar
Gas Beracun dari Kawah Gunung Ijen Normal, Muncul Setiap Musim Hujan

Kawah Gunung Ijen. (Foto : Foto: InspirationSeek)

Trubus.id -- Rabu (21/3) malam, kawah Gunung Ijen mengeluarkan gas beracun. Akibatnya, 30 orang warga sekitar harus dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit terdekat karena keracunan gas.

“Gas beracun itu muncul setiap tahun, di musim hujan, terutama Januari hingga Maret. Itu karena, permukaan suhu dingin, padahal di dalam kawah panas. Akibatnya, terjadi bualan atau letupan yang membawa material gas,” kata Bambang Heri Purwanto, Kepala Pos Pengamanatan Gunungapi Ijen, Kamis (22/3).

Ia mengatakan jika letupan tersebut muncul karena air hujan membuat permukaan kawah yang panas menjadi dingin.

“Sehingga, muncul letupan di dalam kawah atau bualan yang membawa material gas vulkanik sangat berbahaya," tuturnya.

Baca Lainnya: 178 Orang Mengungsi Akibat Gunung Ijen Mengeluarkan Gas Berbahaya

Sebelum warga keracuan gas dari kawah Gunung Ijen, Bambang mengatakan jika para penambang belerang sempat mendengar suara letusan. Namun, letusan tersebut jenisnya freatik, sangat lemah dan mengeluarkan gas sangat berbahaya.

"Petugas sudah mengecek ke kawah Ijen. Kondisinya sudah normal, serta air kawah berwarna hijau muda. Namun secara visual, ada bekas letusan freatik yang didengar oleh para penambang belerang," katanya.

Oleh karena itu, ia mengimbau kepada pihak pengelola kawasan yakni BKSDA untuk mewaspadai setiap kali munculnya gas beracun tersebut. Sehingga, ia merekomendasikan untuk menutup sementara pendakian ke Kawah Gunung Ijen, baik untuk wisatawan maupun penambang belerang. [DF]
 

  3


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


irman maulana 01 Mei 2018 - 16:42

sekali lagi lah

irman maulana 01 Mei 2018 - 16:40

sekali lagi boleh gak

irman maulana 01 Mei 2018 - 16:40

lagi ah

Artikel Terkait