Jakarta Miskin Hutan Kota, Hanya 0,23 Persen dari Luas yang Ditetapkan

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
16 Mar 2018   13:30

Komentar
Jakarta Miskin Hutan Kota, Hanya 0,23 Persen dari Luas yang Ditetapkan

Penanaman Pohon dalam raya peringatan Hari Bakti Rimbawan (Foto : Dokumentasi KLHK)

Trubus.id -- Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya mengatakan Jakarta masih kekurarangan hutan kota. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah No 63 Tahun 2002 tentang hutan kota, sebuah kota seharusnya memiliki hutan kota paling sedikit 10 persen dari luas total wilayahnya. 

Menurut Siti, hutan kota merupakan salah satu bentuk Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang sangat diperlukan oleh lingkungan perkotaan. Adapun fungsi hutan ialah untuk mengatur tata air, menyegarkan udara, menurunkan suhu mikro dan mengurangi kebisingan. Karena perannya yang cukup penting dalam menyangga kehidupan.

''Hutan itu tidak harus berada dalam satu lokasi. Bisa terpencar-pencar di setiap sudut kota. Syarat suatu kumpulan pepohonan bisa dijadikan hutan kota antara lain memiliki luas minimal 0,25 ha,'' ujar Menteri Siti saat melakukan penanaman pohon bersama dalam rangkaian Hari Bakti Rimbawan yang ke-35 Tahun 2018 di Pantai Indah Kapuk, Jakarta (15/3).

Menteri LHK menambahkan berdasarkan data pada tahun 2017 RTH DKI Jakarta hanya sebesar 9,98% dari total luas wilayah. Ini masih jauh dari kebutuhan ideal RTH kota sebesar 30%, yaitu 20% RTH publik dan 10% RTH privat, sebagaimana ketentuan Undang-Undang No.26 Tahun 2007 tentang Tata Ruang, sehingga dari sisi ketersediaan RTH publik masih terdapat kekurangan 10,2%.

Selain itu luas total hutan kota di Jakarta yang telah ditetapkan berdasarkan SK Gubernur mencapai 149,76 ha. Angka ini dinilai masih terlalu timpang bila dibandingkan dengan luas wilayah DKI Jakarta yakni 66.233 ha.

 "Bila dipersentasekan luasan itu hanya sekitar 0,23 persen.Untuk  itu KLHK akan akan mendorong dan mendukung angka terus bertambah" kata Siti.

Untuk itu, Ia mengajak semua pihak untuk membiasakan tradisi menanam pohon. Ini menjadi contoh gaya hidup cinta tanam dan pelihara pohon, serta cinta lingkungan.

Para Rimbawan di jajaran Pemda DKI Jakarta, juga diminta untuk melakukan penanaman pohon pada aset KLHK. Tujuannya untuk menambah Ruang Terbuka Hijau dan mengurangi tingkat pencemaran udara, mencegah pemanasan global, dan menciptakan lingkungan hidup yang sehat.

 ''Dengan tanaman kayu dan buah yang kita tanam, insya Allah akan mengundang kehidupan fauna yang dapat menambah keindahan dan pesona kota Jakarta,'' kata Menteri KLHK.

Pada kesempatan ini, Menteri LHK juga kembali mengingatkan bahwa Presiden RI telah menetapkan pencanangan masyarakat agar menanam 25 pohon  selama seumur hidup. Melalui gerakan tanam dan pelihara 25 pohon, diharapkan kegiataan penanaman pohon bukan hanya kebutuhan dan aktivitas dengan periode terbatas, melainkan dapat menjadi gaya hidup bangsa Indonesia.[KW]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: