Fun Diving, Penyebab Kerusakan Surga Bawah Laut?

TrubusNews
Syahroni | Followers 2
16 Mar 2018   08:45

Komentar

Penanaman terumbu karang (Foto : Foto: Doc/ Les Village Divevoluntourisme)

Trubus.id – Indonesia merupakan negara kepulauan yang wilayahnya terdiri atas pulau-pulau besar dan kecil yang dihubungkan oleh wilayah laut. Berdasarkan hasil penelitian Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal), diperkirakan tidak kurang dari 17.000 pulau yang tersebar di Nusantara.

Sementara itu, di bawah laut yang menghubungkan pulau-pulau tadi, terdapat habitat ikan dan terumbu karang dengan tingkat keanekaragaman hayati tertinggi di dunia. Berada di segitiga karang dunia dan memiliki 53 persen ekosistem tersebut, menjadikan Indonesia sebagai Surga Bawah Laut Dunia.

Foto: Indoindians/ Diving spot Pulau Komodo

Yah, terumbu karang ini memang tak hanya penting untuk habitat ikan. Terumbu karang juga bisa menjadi nilai jual tersendiri untuk industri pariwisata di Indonesia. Karena itulah, banyak wisatawan baik lokal maupun mancanegara yang datang menyaksikan secara langsung Surga Bawah Laut ini.

Namun sayangnya, perkembangan industri pariwisata bawah laut justru membawa dampak buruk pada ekosistem laut itu sendiri. Kerusakan terumbu karang akibat ulah sebagian wisatawan tak bisa dihindari. Dari sekian banyak kegiatan di lautan, wisata fun diving dan snorkling disebut sebagai penyumbang terbesar pada kerusakan terumbu karang.

 

Wisatawan Merusak Terumbu

Pada tanggal 7 September 2017 silam, sebuah video menjadi viral di media sosial. Dalam video yang direkam dengan kamera bawah air itu nampak seorang wisatawan dengan santainya berjalan di atas karang-karang yang indah di lokasi wisata freewen Monday, Raja Ampat sambil menyelam. Akibat ulah wisatawan itu, terumbu karang di Raja Ampat rusak. Kecaman pun berdatangan.

Foto: Google

Terkait ulah oknum wisatawan semacam ini, Fakhrizal Setiawan selaku Reef Fish Ecologist Indonesia Marine Program, menerangkan, saat ini memang banyak ditemukan wisawatan atau penyelam pemula yang bersikap kurang peduli terhadap terumbu karang.

“Seperti banyak diver yang melakukan diving untuk sekadar berfoto memegang terumbu karang, nah ini yang seharusnya dihindari,” ujarnya di acara  Deep & Extreme di Jakarta convention Center, Jakarta (10/3).

Selain perilaku tadi, minimnya keterampilan menyelam juga bisa meningkatkan resiko kerusakan terumbu karang. Dhanang Puspita, founder Salty Fish Diving Club mengatakan, keterampilan keseimbangan (Bouyency) salah satu keterampilan yang harus diasah para penyelam pemula ini.

"Jika bouyency-nya buruk bisa menyenggol dan mematahkan karang. Biasanya faktor bouyency buruk dimana finn atau tangki bisa menghantam karang," jelasnya di kesempatan yang sama.

Foto: cdn.trivia

Sementara itu, di luar beberapa faktor di atas, ada satu hal lain yang biasa dilakukan wisatawan yang tanpa disadari lagi bisa merusak terumbu karang. Yah, penggunaan tabir surya alias sunblock contohnya.

Tabir surya ternyata memiliki efek buruk terumbu karang. Studi terbaru menyebutkan, bahan kimia oxybenzone di tabir surya yang larut saat menyelam ternyata memiliki efek meracuni alga simbiotik yang menghuni terumbu karang.

Akibatnya, bisa menyebabkan terumbu karang kehilangan warna atau pemutihan. Hal itu disampaikan Craig Downs, direktur eksekutif Laboratorium Lingkungan Haereticus yang berbasis di Clifford, Va.

Foto:Facebook/STAY RAJA AMPAT

Namun dari semua hal yang dilakukan wisatawan, perilaku paling buruk mungkin wisatawan yang masih melakukan aksi vandalisme di terumbu karang. Untuk mengabadikan momen menyelam mereka, tanpa rasa bersalah mereka mengukit nama atau merangkai kata-kata di atas terumbu karang yang indah hanya untuk diabadikan di kamera mereka. 

 

Peningkatan Wisatawan dan Dampaknya

Konsultan Pariwisata Berkelanjutan Berwatak Wirausaha Sosial dan Founder Aborek Diving Shop di Raja Ampat, Githa Evangelista Anathasia menuturkan, kegiatan diving di Raja Ampat mengalami perkembangan sangat pesat, baik dari turis lokal maupun luar negeri sejak beberapa tahun terakhir.

Foto: Harianterbit.com

Namun menurutnya, kunjungan turis dalam jumlah besar dikatakan tidak baik karena dapat memengaruhi kebersihan lingkungan dan merusak terumbu karang. Pelaku fun diving yang belum mengetahui regulasi bagaimana ketentuan dalam menyelam yang ia kritisi.

“Sangat (berpengaruh merusak terumbu karang), karena mereka belum terlatih. Jadi memang harus dibuat regulasi siapa dan bagaimana etika berwisata di Raja Ampat”, katanya.

Menurutnya, Fun dive/discovery scuba dive/try scuba, mempunyai ketentuan menyelam dengan kedalaman maksimal hingga 12 meter. Selain itu, fun diving juga dilakukan di perairan yang tidak berarus dan bukan lokasi dengan rapatan karang.

Karena itu ia menyebut, salah satu cara mencegah kerusakan pada terumbu karang adalah dengan pemahaman bersama sebelum melakukan penyelaman.

 

Kondisi Terumbu Karang Saat Ini

Berbagai jenis terumbu karang ada di Indonesia. Kepala Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2O LIPI), Dirhamsyah mengatakan, karang keras (ordo Scleractinia) di Indonesia memiliki kekayaan jenis paling tinggi.

Foto:Doc/Kabupaten Raja Ampat

Ia juga menyebut, luas bentangan terumbu karang di Indonesia bisa mencapai 2.517.858 hektare. Ia menambahkan, dari luasan tersebut, tersebar beberapa karang endemis Indonesia.

"Ada empat jenis karang endemis, Acropora suharsoonoi, Isapora  togeanensis, Indophyllia Macassarensis dan Euphilia baliensis. Kekayaan terumbu karang seharusnya bisa menjadi salah satu modal dasar pembangunan yang berkelanjutan jika dimanfaatkan dengan bijak," tambahnya.

Dirhamsyah menambahkan, kini meski terbilang terus membaik, akan tetapi dari pantauan 1064 stasiun, terdapat 374 titik terumbu karang yang berada di kondisi jelek atau sekitar 35,15 persen dari total keseluruhan ekosistem terumbu karang di Indonesia.

"35,06 persen dalam kondisi cukup, 23,40 persen dalam kondisi baik, dan hanya sekitar 6,39 persen terumbu karang yang masih dalam kondisi sangat baik," tambahnya.

Secara umum diakui, memang terjadi kecenderungan peningkatan kondisi terumbu karang Indonesia ke arah yang lebih baik. Pada 2016 tercatat kenaikan sebesar 1,39 persen. Akan tetapi, di penghujung 2016 terjadi sedikit penurunan.

Ia juga menambahkan, hasil pengamatan di lapangan, pada beberapa lokasi masih ditemukan aktivitas perusakan.

"Karang masif tumbuh rata-rata 1 sentimeter per tahun. Jika suatu koloni karang masif setinggi 1 m hancur, dibutuhkan waktu 100 tahun untuk tumbuh seperti semula," tambahnya.

 

Upaya Konservasi 

Kerusakan terumbu karang memang sudah terjadi. Karena itu, upaya konservasi terus dilakukan untuk memperbaikinya. Direktur Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut, Ditjen Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Andi Rusandi mengatakan, KKP menargetkan memiliki kawasan konservasi seluas 20 juta hektare pada 2020. Hal ini sebagai langkah nyata untuk mengimplementasikan Coral Triangle Initiative (CTI).

Foto: Doc/ Ikbar Al-Asyari

"Di dalam program perlindungan karang kami menerapkan program kawasan konservasi. Semula target rencana jangka panjang menuju 20 juta pada tahun 2020. Tetapi Ibu Menteri Susi Pudjiastuti meminta 20 juta kawasan segara direalisasikan pada tahun 2018 ini. Saat ini angka yang telah tercapai adalah 19,1 hektare," jelasnya. 

 

Tips Wisata Bawah Laut

Sebagai masyarakat Indonesia tentu kita memiliki keuntungan jarak yang cenderung lebih dekat untuk menikmati keindahan alam bawah laut di sejumlah kawasan. Selagi pemerintah terus berusaha menyelesaikan kasus kerusakan terumbu karang Raja Ampat, kitapun harus senantiasa menjaga kelestarian alam bawah laut selagi menikmatinya dengan kegiatan menyelam.

Berikut adalah beberapa tips untuk para pecinta kegiatan menyelam, khususnya para pemula.

Riset

Dalam melakukan suatu kegiatan, terutama jika baru pertama kali melakukannya riset adalah langkah yang sangat penting. Ada banyak informasi mengenai menyelam yang dapat diperoleh baik melalui internet atupun buku.

Sertifikasi

Dalam tahap memperoleh sertifikasi menyelam, wisatawan akan diajarkan teknik-teknik menyelam yang benar. Langkah ini penting jika kita ingin leluasa menyelam dengan baik dan benar.

Jangan Menyelam Sendiri

Jika belum sempat mendaftarkan diri untuk mendapatkan sertifikasi, setidaknya jangan pernah menyelam sendirian. Pastikan untuk menyelam bersama teman penyelam juga dive buddy yang bersertifikat. Sehingga jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dapat ditangani dengan segera dan baik.

Kuasai Teknik Berenang

Foto: Youtube

Sebelum menyelam, pastikan kita sudah mampu berenang dengan baik. Pastikan diri kita mampu untuk mengontrol diri kita untuk tetap tenang di bawah air.

Jangan Menyentuh Terumbu Karang

Poin ini adalah poin yang penting untuk diingat para penyelam, terutama penyelam pemula. Menyentuh apalagi menginjak terumbu karang dapat mengakibatkan kerusakan. Oleh karena itu, pastikan diri kita untuk tetap menjaga kelestarian terumbu karang yang ada.

Jadi mulai sekarang, ketika Anda ingin melakukan wisata bawah laut, selalu ingat untuk terus menjaga keindahannya yah. Hindari merusak terumbu karang baik sengaja maupun tidak. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: