Sidak Sumur Resapan, Gubernur DKI Temukan Hotel Mewah yang Bermasalah

TrubusNews
Syahroni
12 Mar 2018   22:15 WIB

Komentar
Sidak Sumur Resapan, Gubernur DKI Temukan Hotel Mewah yang Bermasalah

Gubernur DKI Jakarta, Anes Baswedan (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Guna meredam rusaknya lingkungan hidup terutama di wilayah Jakarta, dan menghindari sorotan dunia karena sistem pengelolaan air yang buruk, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan melakukan sidak pengawasan sumur resapan ke beberapa wilayah di Jakarta.

Hasilnya, di Hotel Sari Pan Pasific Jakarta di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat yang dikunjungi Senin (12/3) diketahui, hotel tersebut ternyata tidak memiliki sumur resapan. Anies menyebut kesalahan pengelola hotel tersebut cukup fatal.

"Ini tidak ada sumber resapan, sudah fatal. Sementara penggunaan airnya 500 kubik per hari," katanya di gedung Hotel Sari Pan Pasific di Jakarta Pusat, Senin (12/3).

Baca Lainnya: BNPB: Kurang Sumur Resapan, Jakarta Kebanjiran

Sidak di Hotel tersebut diawali dengan meminta data dari pihak hotel terkait dokumen sumur resapan. Sidak kemudian dilanjutkan dengan melihat sistem pengelolaan air di area hotel.

Di sistem pembuangan air toilet sampai cucian loundry Anies melihat saluran tersebut banyak sampahnya. Hal yang sama juga didapati di saluran lain di belakang gedung tempat saluran dapur. 

Salah satu tim pengawas dari Dinas Lingkungan Hidup, Khadijah mengatakan, Instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di hotel tersebut tak sesuai mutu.

"Yang IPAL yang pertama ya itu meternya tidak berjalan dengan benar. Kemudian grease trap-nya (alat perangkap minyak) juga tidak berfungsi dengan baik bahkan sampai luber. Jadi tidak di maintenance dengan baik IPAL-nya," kata Khadijah usai mendampingi Anies sidak.

Baca Lainnya: Jakarta Krisis Air Bersih, Program Sumur Resapan pun Tak Optimal

Tak hanya masalah saluran air, Anies juga mendapati surat izin pengambilan air (SIPA) Hotel Sari Pan Pacific kedaluwarsa. Anies menyebut surat izin itu habis sejak 2013.

"Di sini izinnya surat izin pengambilan air (SIPA) itu terakhir tahun 2013, sudah tidak berlaku lagi. Sudah kedaluwarsa. Dan peletakan alat-alatnya, alat ukur dan lain-lain tidak sesuai dengan ketentuan," katanya. 

Anies mengatakan ada 80 gedung di Jakarta yang akan dilakukan sidak pengawasan sumur resapan. Untuk sidak tahap awal, Pemprov akan berfokus melakukan pengawasan gedung di kawasan Sudirman-Thamrin. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: