Suhu Air Laut Tentukan Jumlah Ikan, Ini Kata BMKG

TrubusNews
Astri Sofyanti
06 Mar 2018   11:30 WIB

Komentar
Suhu Air Laut Tentukan Jumlah Ikan, Ini Kata BMKG

Ilustrasi (Foto : Foto: Istimewa)

Trubus.id -- Kepala Balai Besar Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Edison Kurniawan mengungkapkan bahwa suhu air laut dapat menentukan jumlah ikan yang ada di perairan. Hal ini terjadi karena suhu laut berperan penting dalam mendorong kemajuan produksi ikan di lautan.

“Suhu air laut yang hangat berptensi memiliki populasi ikan yang lebih banyak,” ungkapnya di Padang, Senin (5/3) malam.

Baca Lainnya : Tiga Cara Cukong 'Memerkosa' Taman Nasional Teso Nilo

Penelitian itu dilakukan BMKG melalui satelit untuk mengetahui kondisi ataupun suhu di permukaan laut. Dengan pantauan satelit dapat memberikan informasi untuk para nelayan yang ingin mencari ikan tidak lagi perlu menjelajah jauh karena titik-titik keberadaan ikan dapat di deteksi oleh BMKG.

Penelitian ini diharapkan dapat mempermudah para nelayan dalam mencari ikan di perairan. Untuk itu, BMKG berharap bahwa pemerintah dapat segera mengembangkan teknologi sehingga menunjang produksi perikanan.

BMKG mengungkapkan bahwa pemerintah dapat membuat semacam alat seperti GPS yang dapat menberikan informasi suhu air laut.

“Teknologi seperti ini sangat dibutuhkan oleh negara maritime seperti Indonesia,” sambungnya.

Baca Lainnya : Susi Pudjiastuti: Tanpa Kedaulatan, Kita Tidak Bisa Jadi Poros Maritim Dunia

Lebih lanjut Edison mengungkapkan bahwa teknologi ini disarankan untuk digunakan di perairan sekitar Sumatera Barat. Hal ini karena perairan di wilayah tersebut memiliki perairan yang sangat luas dan juga telah ada BMKG Maritim yang dapat memberikan informasi kepada nelayan tentang keberadaan ikan di perairan.

Untuk itu, Edison berharap pada pemerintah harus mendorong para nelayan mengikuti perkembangan teknologi modern. Selain itu, pemerintah juga harus memfasilitasi rencana pembangunan di sektor kemaritiman. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Bina Swadaya Kritisi UU Kontroversial Cipta Kerja

Peristiwa   24 Nov 2020 - 18:26 WIB
Bagikan:          
Bagikan: