Badai Salju di Eropa Semakin Parah, Korban Jiwa Terus Bertambah

TrubusNews
Astri Sofyanti
02 Mar 2018   18:00 WIB

Komentar
Badai Salju di Eropa Semakin Parah, Korban Jiwa Terus Bertambah

Ilustrasi cuaca ekstrem (Foto : Foto: Istimewa)

Trubus.id -- Cuaca buruk melanda hampir seluruh wilayah di Eropa sejak beberapa hari terakhir. Namun kini, kondisinya bertambah parah. Badai salju hampir merata di beberapa negara di sana.

Karena badai salju yang bertambah ekstrem, sejumlah layanan kereta api serta penerbangan pun harus membatalkan jadwal perjalanannya. Korban jiwa pun terus berjatuhan.

Baca Lainnya: Setelah 60 Tahun, Moscow Kembali Dilanda Badai Salju Ekstrem

Melansir dari BBC, Jumat (2/3) cuaca dingin juga terus bergerak hingga ke Selatan Laut Tengah. Sampai saat ini total korban jiwa akibat cuaca buruk yang melanda Eropa berjumlah 55 orang, 21 korban diantaranya terjadi di Polandia.

Selanjutnya, tujuh warga di Slovakia tewas akibat terkena hipotermia, dilanjutkan enam korban di Repubik Ceko yang meninggal beberapa hari belakangan ini. Bahkan salah satu korban tewas di Spanyol merupakan seorang tunawisma yang tengah tertidur di sebuah truk.

Cuaca ekstrem yang saat ini tengah terjadi disebut dengan istilah "the Beast from the East" oleh warga Inggris. Oorang Belanda menyebutnya "Siberian bear" sementara masyarakat Swedia menyebutnya dengan istilah "snow cannon". Kawasan Eropa lainnya seperti Irlandia menyebut, karena kondisi ini otoritas setempat telah bersiap untuk menghadapi badai salju terhebat dalam 10 tahun terakhir.

Baca Lainnya: Badai Salju New York, Terparah Sepanjang Sejarah

Kondisi ini juga membuat sejumlah penerbangan dari Bandara Dublin dibatalkan hingga, Sabtu (3/3). Sementara itu, Bandara di Kota Jenewa, Swiss juga ditutup Kamis (1/3) dalam beberapa jam sebelum akhirnya bandara kembali dibuka pada malam harinya karena bandara telah dibersihkan dari tumpukan salju.

Sedangkan Bandara Schiphol di Amsterdam juga mengalami hal serupa dan menunda sejumlah penerbangan. Keadaan diperparah karena suhu di beberapa negara Eropa akan semakin meningkat dalam beberapa hari ke depan. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: