Dorong Peningkatan Pangan, PUPR Mempercepat Tiga Bendungan di Sulsel

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
19 Feb 2018   15:30

Komentar
Dorong Peningkatan Pangan, PUPR Mempercepat Tiga Bendungan di Sulsel

Bendungan Paselloreng di Sulawesi Selatan. (Foto : Foto: Dok. Humas Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat)

Trubus.id -- Provinsi Sulawesi Selatan merupakan salah satu sentra pangan dengan grafik yang stabil dan cenderung terus meningkat. Sebagai langkah dukungan percepatan kegiatan ketahanan pangan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berambisi mempercepat proses penyelesaian pembangunan tiga bendungan. 

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, percepatan tiga bendungan dilakukan untuk meningkatkan suplai air bagi lahan pertanian di daerah tersebut. Ketiga bendungan tersebut adalah Bendungan Paselloreng di Kabupaten Wajo, Karalloe di Kabupaten Gowa, dan Bendungan Pamukkulu di Kabupaten Takalar.

"Sulsel merupakan salah satu satu sentra pangan nasional. Untuk itu, proyek tiga bendungan di sana harus dipercepat," kata Basuki Hadimuljono, Senin (19/2).

Pembangunan Bendungan Paselloreng ditargetkan rampung Desember 2018. Sedangkan Bendungan Pamukkulu dalam tahap persiapan, berupa penyiapan jalan akses kerja. Untuk Bendungan Karalloe, pemerintah memulai konstruksi lebih dulu. Walaupun sempat mengalami masalah pengadaan lahan, sekarang persoalan itu sudah rampung.

Selain membangun bendungan, Basuki mengatakan jika pihaknya telah membangun Daerah Irigasi Baliase, lengkap dengan pembangunan Bendung Baliase di Kabupaten Luwu Utara.

Ia optimistis penyelesaian bendungan akan tepat waktu. Bahkan, bisa selesai lebih cepat karena pembangunan bendungan tersebut masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). Sehingga, biaya pembebasan lahannya dapat menggunakan mekanisme dana talangan.

"Melalui mekanisme tersebut, kontraktor akan membayar lahan yang telah siap dibebaskan. Nantinya, akan dibayarkan oleh Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN)," jelas Basuki.

Sementara itu, Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR Imam Santoso menyebut, pembangunan bendungan akan dilengkapi pembangunan jaringan irigasi. Disebut sebagai Irigasi premium atau irigasi yang mendapat jaminan suplai air bendungan.

Dengan demikian, bendungan dapat menyediakan sumber air baku untuk masyarakat. Mampu mengaliri air ke sawah petani, meski dengan biaya pembangunan bendungan yang mahal.

Saat ini, perkembangan fisik Bendungan Paselloreng per 14 Februari 2018 sebesar 68,22 persen. Kapasitas tampung maksimal bendungan yakni 138 juta m3 yang merupakan terbesar dibandingkan Karalloe dan Pamukkulu.

Manfaatnya, akan mengairi irigasi seluas kurang lebih 7.000 hektare sekaligus menjadi sumber air baku untuk empat kecamatan di Kab. Wajo sebesar 305 liter per detik, konservasi air, pengendali banjir Sungai Gilireng, perikanan air tawar dan pariwisata. [DF]

 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: