Ini Alasan 5 Warga Tembaki Orangutan di Kutai Timur Hingga Tewas

TrubusNews
Syahroni
18 Feb 2018   10:00 WIB

Komentar
Ini Alasan 5 Warga Tembaki Orangutan di Kutai Timur Hingga Tewas

Ilustrasi (Foto : Foto: Doc/YIARI)

Trubus.id -- Pelaku pembunuhan seekor orangutan di Desa Teluk Pandan, Kutai Tumur, Kalimantan Timur akhirnya dibekuk polisi. Belakangan diketahui, 5 warga sekitar pelakunya.

Dengan sadisnya, mereka memberondong orangutan malang itu dengan 130 peluru senapan angin hingga hewan langka itu meregang nyawa.

Baca Lainnya: Menyedihkan, Sekujur Tubuh Orangutan Ini Penuh Ratusan Peluru

"Kita amankan lima orang yang diduga telah melakukan tindak pidana melukai satwa yang dilindungi," kata Kapolres Kutai Timur, AKBP Teddy Ristiawan, Sabtu (17/2).

Teddy menjelaskan, kelima pelaku diketahui bernama Muis bin cebun (36), Andi Bin Hambali (37), seorang anak berusia 13 tahun, Rustan bin H. Nasir (37) serta H. Nasir bin Saka (54).

Diketahui, 3 dari 5 pelaku merupakan satu keluarga yakni Nasir kakek, Andi menantu, dan Hendri cucu dari Nasir. Mereka diringkus Kamis (15/2) petang di kediaman mereka. 

Teddy menjelaskan, menurut pengakuan para pelaku, orangutan itu ditembak karena dianggap menganggu tanaman kebun mereka. Padahal lokasi kebun itu sendiri berada di areal Taman Nasional Kutai Timur.

Baca Lainnya: Empat Jam Operasi, 48 Peluru Dikeluarkan dari Tubuh Orangutan

"Orangutan itu dianggap menganggu tanaman nanasnya, mereka berusaha mengusir tapi ternyata mematikan. Memang lokasinya di Taman Nasional, tapi sebagian konsensi Taman Nasional banyak digunakan warga berkebun," jelasnya.

Sementara itu empat senapan angin milik pelaku disita sebagai barang bukti. Dari tangan pelaku polisi juga menemukan 48 proyektil peluru. Atas perbuatannya kelima pelaku dijerat dengan pasal 21 ayat (2) huruf a jo psl 40 ayat (2) UU RI No. 5 Tahun 1990 tentang KSDAE Jo. Pasal 55 KUHP. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Menteri ESDM: Pemotongan Subsidi LPG 3 Kg Masih Kajian

Peristiwa   18 Jan 2020 - 14:11 WIB
Bagikan: