Diburu Warga Keturunan dan Betawi, Pedagang Bandeng Rawa Belong Kebanjiran Rejeki

TrubusNews
Syahroni | Followers 2
15 Feb 2018   20:00

Komentar
Diburu Warga Keturunan dan Betawi, Pedagang Bandeng Rawa Belong Kebanjiran Rejeki

Pedagang bandeng pasar Rawa Belong. (Foto : Foto: Yogi)

Trubus.id -- Menu ikan bandeng adalah salah satu hidangan wajib saat perayaan Tahun Baru Cina atau Imlek. Untuk warga keturunan Tionghoa di Indonesia, bandeng dipercaya sebagai lambang peruntungan. Karena itu bandeng diburu jelang imlek tiba.

Selain warga keturunan, bandeng juga besar maknanya untuk orang Betawi. Yah, jelang Imlek, biasanya penduduk asli Jakarta ini juga berburu bandeng untuk hantaran ke orang yang dituakan. Karena itu lah, penjualan bandeng ramai sehingga harganya juga ikut naik kala Imlek tiba.

Baca Lainnya: Jelang Imlek, Dodol Cina di Sukabumi Laris Manis

Salah satu tempat berburu bandeng di Jakarta ada di kawasan Pasar Rawa Belong, Jakarta Barat. Beberapa hari sebelum imlek, kawasan ini selalu dipenuhi pedagang bandeng dadakan. Untuk mereka, berjualan bandeng adalah berkah. Pasalnya, saat itulah mereka bisa meraup keuntungan lebih dari biasanya.

Namun demikian, Slamet (63), salah satu dari puluhan pedagang bandeng di Rawa Belong menuturkan, penjualan bandeng tahun ini tak seramai tahun lalu. Ditemui di Pasar Rawa Belong Kamis (15/2), Slamet cerita kalau tahun lalu dia bisa menjual 1,5 kwintal bandeng. Namun kali ini ia baru menjual 1 kwintal saja.

"Penjualan tahun ini menurun. Tahun kemaren rame banget. Mungkin karena faktor ekonomi atau apa bisa jadi," terang Slamet di tengah kesibukannya melayani pembeli, Kamis (15/2).

Slamet mengaku sudah puluhan tahun berjualan ikan. Setiap harinya ia berjualan ikan dengan menggunakan gerobak keliling. Namun khusus Imlek, ia selalu mencoba keberuntungannya dengan berjualan bandeng di Pasar Rawa Belong. Nah, untuk bisa berjualan di pasar itu, Slamet mengaku harus membayar sewa lahan sebesar Rp300 ribu.

"Udah lama, setiap menjelang imlek pasti jualan. Saya sudah 10 tahun dagang ikan. Sewa lapak Rp 300 ribu ke H. Owing. Itu dari hari Senin - Kamis (hari ini)," tuturnya lagi.

Baca Lainnya: Imlek Datang, Petani Buah Naga Kulon Progo Girang

Slamet menuturkan, bandeng dagangannya biasa dibeli dengan harga per kilogram di pasar ikan Muara Angke dan Pasar Kamal. Di Pasar Rawa Belong, ia menjual bandeng-bandeng itu secara kiloan ataupun perekor. Untuk harga kiloan, Slamet mematok harga sebesar Rp 75 ribu.

"Ikan dari Muara Angke dan Kamal. Kita ambil ke sana. Kalau di pasarnya ada dari mana-mana, seperti Indramayu dan Serang pada masuk. Kita belinya kiloan. Tapi kita jualnya tergantung pembeli. Maunya kiloan atau ekoran. Kalau sekilo Rp 75 ribu," ungkapnya.

Slamet mengaku, saat Imlek bandeng ukuran jumbo paling banyak diburu. Menurutnya, bandeng jumbo dipercaya bisa membawa banyak keberuntungan. Karena itu pula, bandeng jumbo harganya beda. Bandeng jumbo yang terberat  yang pernah ia jual ukurannya 8,5 kilogram. Harga jualnya pun bisa sampai Rp1 juta per ekornya. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait