Nila Moeloek Singgung Daun Kelor Kaya Nutrisi Baik Untuk Masyarakat Asmat

TrubusNews
Thomas Aquinus | Followers 2
08 Feb 2018   14:30

Komentar
Nila Moeloek Singgung Daun Kelor Kaya Nutrisi Baik Untuk Masyarakat Asmat

Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek (Foto : Foto: Istimewa)

Trubus.id -- Sumber daya alam yang ada di Indonesia salah satunya adalah daun kelor. Kelor atau Moringa oleifera adalah tumbuhan yang bisa dijadikan menu makan yang memiliki kaya manfaat untuk kesehatan.

Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek berharap khasiat daun kelor dapat meningkatkan gizi masyarakat Asmat. Bukan tanpa alasan, hal tersebut karena daun kelor banyak dijumpai di sana.

"Kelor itu bagus sekali lho sebenarnya. Hanya kita tidak mengenalnya saja," ujarnya saat ditemui di Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (8/2/2018).

Baca Lainnya : Ini Cara Sederhana Penanggulangan Pertama Atasi Gizi Buruk

Kondisi warga Asmat yang sudah membaik bisa menurun lagi gizinya jika tidak ada ketahanan pangan. Untuk itu, ia berharap bisa membudidayakan kelor sebagai salah satu cara mengatasi masalah gizi ini.

"Kelor ini bisa dipakai barangkali bisa kita budayakan kemudian kami setelah melihat itu ingin membuat kolam ikan kecil nah itu diberikan benih," katanya.

Potensi tumbuhan lokal  yang dapat menyembuhkan penyakit sebelumnya juga diungkapkan oleh pakar gizi Raffi Paramawati. Menurutnya jalan keluar masalah yang dihadapai masyarakat Asmat ada di daerahnya

 “Apapun pasti disana ada (hasil pertanian), satu, itu harus karbohidrat, dua, protein, dua itu harus terpenuhi” katanya.

Baca Lainnya : Gizi Buruk Landa Papua, Ada Apa Sebenarnya?

“Nah, saya kira yang pertama jangan memaksa orang harus makan nasi, kalau di tempat itu bukan tempat yang pas bercocok tanam padi, Nah, disana dengan sagu, umbi – umbian bisa jadi sumber karbohidratnya”, tambahnya. 

Raffi juga mengungkapkan jika sulit mendapatkan sumber protein dari hewan atau ikan, ada alternatif lain yaitu dari biji – bijian. “Biji – bijian bisa ditanam dimana saja, misalnya saja kacang hijau. Kacang hijau dengan olah tanam yang minimal, kemudian tanah yang tidak subur pun dia bisa tumbuh. Padahal dia bisa mengandung protein sekitar 22 – 25 persen, sangat tinggi”. jelasnya.

Laporan terakhir yang diterima Menkes Nila terdapat 13 orang yang masih berada dalam pengobatan gizi buruk di rumah sakit Kota Agats. Selebihnya sudah dikembalikan ke kampungnya masing-masing. [NN]
 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan: