Terkait Sertifikat Batik Halal, Pemerintah Harus Lihat ke Hulu

TrubusNews
Syahroni
01 Feb 2018   22:00 WIB

Komentar
Terkait Sertifikat Batik Halal, Pemerintah Harus Lihat ke Hulu

Pengrajin batik (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Sesuai Undang-undang Nomor 33 tahun Tahun 2014, produk yang berlabel halal tak sebatas pada makanan, minuman, obat, kosmetik, produk kimiawi, produk biologi dan produk rekayasa genetika saja. Produk yang bisa digunakan seperti kain, khususnya batik juga termasuk di dalamnya.

Ikhsan Abdullah, Direktur Eksekutif Halal Watch beberapa waktu lalu mengatakan, undang-undang itu akan segera diberlakukan mulai tahun 2019 mendatang. Karena itu ia menyarankan agar pengrajin serta pelaku usaha batik untuk segera mendaftarkan karyanya untuk disertifikasi.

Baca Lainnya: Maestro Batik Sapuan: Sertifikasi Batik Halal Itu Mengada-Ada

Menanggapi hal ini, Carolina Rika Winata, pengrajin sekaligus pelaku usaha batik dan celup ikat di Jogjakarta menyebut, sertifikasi halal seharusnya tidak dibebankan pada pengrajin atau pelaku usaha batik.

"Batik kan produk yang sudah jadi. Kalau mau melakukan sertifikasi halal seharusnya pemerintah melihatnya dari hulu," ujarnya kepada Trubus.id lewat sambungan telepon, Kamis (01/02).

Rika menjelaskan, sertifikasi halal sepatutnya diberlakukan pada pelaku industri bahan-bahan pembuat batik saja. Seperti produsen kain, pewarna dan lilin yang dipakai dalam proses pembuatan.

"Kita kan cuma beli bahannya, trus dibuat jadi batik. Kalau pengrajin dan pengusaha batik diwajibkan memegang sertifikat halal, gunanya untuk apa?" jelas Rika.

Baca Lainnya: Digital Printing Jadi Biang Kerok Turunnya Produksi Batik Tradisional

Rika menilai, daripada pemerintah mendorong sertifikasi halal batik, lebih baik pemerintah lebih memperhatikan limbah yang dihasilkannya. Bahkan kalau mau membantu pengrajin dan pengusaha batik, pemerintah lebih baik ikut membantu mencari solusi soal batik printing yang dijual dengan label batik tulis yang semakin meresahkan pengrajin.

"Lebih baik ngurus limbahnya sama bantu pengrajin kecil yang terdampak karena banyaknya pengusaha besar yang menjual batik printing dengan label batik tulis aja," tutupnya. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: