Ini Cara Sederhana Penanggulangan Pertama Atasi Gizi Buruk

TrubusNews
Thomas Aquinus | Followers 2
24 Jan 2018   18:30

Komentar
Ini Cara Sederhana Penanggulangan Pertama Atasi Gizi Buruk

Anak - anak di Asmat mendapat perawatan medis (Foto : Foto: Istimewa)

Trubus.id -- Food Technologist, Raffi Paramawati mengungkapkan, kandungan gizi pada makanan makro nutrisi dan mikro nutrisi bisa terpenuhi dari makanan seperti dari biji – bijian (karbohidrat) maupun kacang – kacangan, sedangkan proteinnya bisa di peroleh dari makanan laut.

“Kalau tidak ada ikan, kacang – kacangan juga sumber protein, lalu yang lain – lainnya dari buah dan sayur. Kalau memenuhi itu pasti gizi buruk tidak akan terjadi”, terangnya.

Ketersediaan pangan menjadi salah satu faktor yang harus direncanakan kedepan agar kejadian gizi buruk tidak terjadi lagi. Dengan memanfaatkan budaya kearifan lokal setempat, diupayakan dapat menghasilkan produk olahan lokal yang mencukupi kebutuhan pangan setempat.  “Apapun pasti disana ada (hasil pertanian), satu, itu harus karbohidrat, dua, protein, dua itu harus terpenuhi” katanya.

Baca Lainnya : Nutrisi Tidak Seimbang Penyebab Utama Terjadinya Gizi Buruk

“Nah, saya kira yang pertama jangan memaksa orang harus makan nasi, kalau di tempat itu bukan tempat yang pas bercocok tanam padi, Nah, disana dengan sagu, umbi – umbian bisa jadi sumber karbohidratnya”, imbuhnya. 

Raffi juga mengungkapkan jika sulit mendapatkan sumber protein dari hewan atau ikan, ada alternatif lain yaitu dari biji – bijian. “Biji – bijian bisa ditanam dimana saja, misalnya saja kacang hijau. Kacang hijau dengan olah tanam yang minimal, kemudian tanah yang tidak subur pun dia bisa tumbuh. Padahal dia bisa mengandung protein sekitar 22 – 25 persen, sangat tinggi”. ucapnya.

Baca Lainnya : Presiden Jokowi Kirim Tim Atasi Campak dan Gizi Buruk di Asmat, Papua

Supaya bisa memperoleh asam amino dari kacang hijau, dapat dilakukan dengan cara dikecambahkan dulu. “Ketika terjadi perkecambahan maka protein itu terurai menjadi asam amino yang di butuhkan oleh tubuh terutama oleh balita. Setelah dikecambahkan, kemudian di keringkan lalu di tumbuk, kemudian jadilah tepung sehingga kacang hijau ditambah sagu,jagung, umbi – umbian sebetulnya mendekati makanan dengan gizi yang bagus” jelasnya.

Dengan cara sederhana tersebut Raffi optimis tidak akan terjadi lagi malnutrisi atau gizi buruk seperti yang terjadi di Kabupaten Asmat, Papua. Menurutnya, dengan asupan tersebut sudah mencukupi untuk pertumbuhan otak, dan fisik seseorang.

“Saya kira teknologi pasca panen dari hasil pertanian untuk menjadi bahan makanan yang mudah untuk dimakan, saya kira para pendamping, puskesmas, siapa saja yang bergerak di bidang itu mesti dibekali. Caranya sangat sederhana saya yakin akan berdampak sangat bagus”, tutupnya. [NN]


 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: