Meski Lahan Pertanian Menyusut, Produksi Beras Sragen Tetap Tinggi

TrubusNews
Karmin Winarta | Followers 0
24 Jan 2018   16:15

Komentar
Meski Lahan Pertanian Menyusut, Produksi Beras Sragen Tetap Tinggi

Kementan Amran (Foto : Foto: Istimewa)

Trubus.id -- Menteri Pertanian Andi Amran menghadiri panen raya di  desa Plumbungan Kec. Karang Malang kabupaten Sragen, Rabu (24/1). Di hadapan Mentan, Wakil Bupati Sragen Dede Endrianto menyampaikan, lahan pertanian di Sragen telah berkurang seluas 220 hektare karena adanya pembangunan tol. Tapi hingga saat ini Sragen tetap menjadi kabupaten penyangga beras nasional nomor dua setelah kabupaten Cilacap. 

"Karena itu kami mengharapkan pemerintah pusat dapat terus memberikan bantuan sehingga kami bisa tetap memenuhi target produksi yang telah ditetapkan pemerintah pusat," ucap Dede.

Baca Lainnya: Kudus Panen Raya, Surplus Beras Bukan Ilusi

Panen kali ini dilakukan di hamparan sawah 286 hektare. Mayoritas petani menggunakan varietas Ciherang dengan produktivitas 8,4 ton setiap hektarenya. 

Dede turut menyuarakan aspirasi petani yang menentang impor beras. Kabupaten Sragen secara tegas menolak rencana pembukaan impor beras sebanyak 500 ribu ton. "Pak Menteri tadi sudah dengar teriakan para petani di awal yang menolak keras impor beras. Kami tahu kebijakan impor bukan wewenang Kementan. Tapi kami sampaikan semoga Pak Mentan bisa sampaikan ke pusat," harapnya. 

Pada kesempatan tersebut, Amran menyebutkan bahwa di era pemerintahan Jokowi-JK, telah terjadi revolusi mental di sektor pertanian, dari aparatur pusat hingga daerah. 

"Kami cabut perjalanan dinas sebanyak 800 miliar, untuk berikan traktor untuk petani. 
Aku tidak akan biarkan ada yang zolimi petani. Percayalah, pemerintah Jokowi - JK akan selalu ada di samping petani," tegas Amran. 

Baca Lainnya: Panen Raya, Pandeglang Sukseskan Swasembada Pangan

Lebih lanjut, Amran menyebutkan Presiden Jokowi selalu memberikan arahan agar Kementan selalu membela kepentingan petani. Pendekatan yang digunakan Presiden Jokowi adalah peningkatan kesejahteraan petani.Untuk itu, Kementan berjanji akan terus mengembangkan mekanisasi pertanian.  Penggunaan mekanisasi terbukti berhasil meningkatkan kualitas produksi dan menurunkan biaya produksi hingga 40%.

"Kita kembangkan mekanisasi, tanpa teknologi tidak mungkin swasembada pangan, produktivitas meningkatkan, dan tidak mungkin efisien. Kalau mau bersaing dengan negara lain kita harus menggunakan teknologi," tuturnya. [KW]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: