Listrik Byar Pet, Pelayanan Kesehatan di Papua Tidak Maksimal

TrubusNews
Ihsan Maulana
23 Jan 2018   13:00 WIB

Komentar
Listrik Byar Pet, Pelayanan Kesehatan di Papua Tidak Maksimal

Ilustrasi (Foto : Foto: Pixabay/ webandi)

Trubus.id -- Pelayanan kesehatan menjadi salah satu hal krusial bagi masyarakat yang tinggal di tempat terpencil khususnya Papua, terlebih dengan tersedianya pasokan listrik yang terbatas. Hal itu juga yang pada akhirnya membuat pelayanan medis jadi tidak maksimal.

Salah satu puskesmas di Kampung Nakai, Distrik Pulau Tiga Papua tercatat hanya bisa mendapatkan listrik selama 6 jam, itu pun bila genset pembangkit listrik masih memiliki pasokan BBM yang cukup. Dengan keterbatasan ini, petugas kesehatan di Puskesmas Nakai kesulitan apabila ada pasien yang dirawat inap.

Baca Lainnya: Idrus Marham: Gizi Buruk dan Campak di Papua Sudah Diatasi

Kepala Puskesmas Nakai, Frederikus Kaimeraimu mengatakan jika terdapat pasien, lampu menyala dari pukul 6 sore hingga pukul 12 malam, dan sisanya penerangan akan menggunakan lilin. Apabila ada keadaan darurat, lampu bisa menyala sampai pagi, namun itu tergantung BBM. Selama 12 jam, puskemas membutuhkan setidaknya 20 liter BBM.

Terbatasnya lampu penerangan tidak jarang membuat pasien ingin pulang lebih awal meski perawatan mereka belum tuntas.

“Misalnya pasien membutuhkan tiga botol infus, karena tidak ada listrik tidak sampai sore mereka sudah minta pulang, akhirnya cairan tubuh pun kurang,” ungkap Frederikus dalam keterangan tertulis yang diterima awak media, Selasa (23/1).

Baca Lainnya: Tidak Hanya di Asmat, KLB Campak dan Gizi Buruk Ada di Seluruh Papua

Munculnya mitos yang berkembang di masyarakat akan arwah bergentayangan di puskesmas menambah parah sulitnya petugas medis disana untuk memberikan pelayanan kesehatan yang optimal.

"Masyarakat disini meyakini setiap orang yang tidur di tempat tidur rumah sakit, jika meninggal ruhnya masih ada di tempat tidur sehingga mereka ketakutan," lanjutnya.

Untuk itu, Frederikus dan jajarannya akan terus memberikan edukasi kepada masyarakat, karena hal tersebut berbenturan antara kesehatan dan mitos. [KW]
 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Kementan Ungkap Alasan Harga Pupuk Bersubsidi Naik

Peristiwa   20 Jan 2021 - 09:13 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          

Masalah Subsidi Pupuk, Begini Solusi Pakar IPB

Peristiwa   19 Jan 2021 - 08:37 WIB
Bagikan: