Kebijakan Impor Daging Kerbau 100 Ribu Ton Ditolak Peternak

TrubusNews
Binsar Marulitua
22 Jan 2018   21:30 WIB

Komentar
Kebijakan Impor Daging Kerbau 100 Ribu Ton Ditolak Peternak

Ilustrasi ternak sapi. (Foto : Trubus/ Ridwan Syamsyu)

Trubus.id -- Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) menyatakan penolakannya terhadap rencana kebijakan Bulog mengimpor 100 ribu ton daging kerbau asal India. Alasannya, impor tersebut diprediksi bakal menjatuhkan harga daging sapi dalam negeri.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat PPSKI Teguh Boediyana mengatakan rencana impor kerbau tersebut sangat kontradiktif dengan target swasembada daging yang dicanangkan tercapai pada 2024 mendatang.

Baca Lainnya : Susi Pudjiastuti: Rekomendasi Impor Garam Sesuai Data KKP

“PPSKI menyatakan dengan keras menolak rencana pemerintah tersebut untuk impor daging kerbau. Telah terbukti bahwa kebijakan impor daging kerbau bagi peternak rakyat di tahun lalu, lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya,” ujar Teguh.

Menurutnya, jika pemerintah beralasan impor daging kerbau dilakukan karena harganya lebih murah, kebijakan yang sama harus juga diterapkan untuk komoditas pangan lain, seperti beras dan jagung. Sebab, harga beras dan jagung di negara tetangga juga lebih murah.

Selain itu, kebijakan impor daging dari negara atau zona yang belum bebas Penyakit Mulut dan Kuku, bertentangan dengan Putusan Mahkamah Konstitusi. Oleh karena itu, DPP PPSKI mengimbau pemerintah untuk meninjau kembali rencana importasi daging kerbau yang dinilai tidak menguntungkan peternakan sapi lokal. [DF]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan: