Pengobatan Herbal Makin Tren, Apa Sih Kehebatannya?

TrubusNews
| Followers 0
17 Jan 2018   10:30

Komentar
Pengobatan Herbal Makin Tren, Apa Sih Kehebatannya?

Pengobatan herbal. (Foto : Foto: Pixabay/ monicore)

Trubus.id -- Tren pengobatan herbal kini mulai banyak dilirik, terutama di Indonesia. Banyak orang yang lebih memilih berkunjung ke ahli herbal ketimbang harus ke rumah sakit menelan obat kimia. Sebenarnya bagaimana sih cara kerja pengobatan herbal dibanding kimia?

Sejarah obat herbal

Obat herbal sudah muncul sejak zaman nenek moyang kita, sekitar puluhan ribu tahun lalu. Sejak dulu, manusia memiliki sifat paleolitik sebagai pemburu dan pengumpul, bahkan pertanian belum begitu berkembang. 

Dulu, manusia memperoleh makanan dari hutan, serangga, sayuran hijau, rumput, kacang-kacangan, dan buah-buahan. Seiring berkembangnya teknologi, manusia kini memiliki cara hidup baru berbeda yang lebih beragam.

Lina Mardiana selaku herbalis dari Yogyakarta mengungkap pada Trubus.id (9/1) via telepon, “Obat herbal sudah lama dikenal sejak zaman nenek buyut kita berabad-abad lalu. Kerjanya lebih lambat dari obat kimia, tapi bersifat menyembuhkan.”

Valentina Indrajati yang juga herbalis dari Yogyakarta memaparkan hal serupa pada Trubus.id (16/1) via email, "Di Indonesia, obat herbal mulai jadi tren sejak tahun 1980-an. Namun, sebenarnya sudah berlangsung sejak lama di kalangan masyarakat sejak ratusan tahun lalu tanpa diketahui oleh publik."

Bayangkan hidup di zaman dulu sebagai manusia paleolitik, ketika kehidupan kita sangat bergantung pada kondisi lingkungan sekitar. Kita pastinya akan belajar mengenali bagaimana tanaman berbeda dapat digunakan untuk mengobati penyakit tertentu. Enggak cuma kita, hewan pun juga mencari tanaman dan memakannya untuk memberi kesembuhan atas penyakitnya.

Melansir dari The Herbal Academy, catatan tertulis pertama tanaman obat dibuat pada tablet tanah liat lebih dari 5.000 tahun lalu oleh orang Sumeria, di Mesopotamia kuni (Irak). Orang Mesir kuno menulis Papirus Ebers yang berisi lebih dari 850 obat-obatan herbal. Kompilasi ini mencakup banyak ramuan herbal yang kita kenali dan gunakan sekarang. 

Papirus Ebers, daftar pengobatan herbal zaman Mesir kuno.

Papirus Ebers (Foto: Dok. Egypt Medicine)

Contoh pengobatan herbal dalam Papirus Ebers yaitu campuran ramuan herbal dipanaskan di atas batu bata sehingga pengidap asma bisa menghirup uapnya, memasak susu sapi, padi-padian, dan madu untuk penyakit perut, serta memasak kurma dengan minyak untuk penyakit usus.

 

Pengobatan herbal satu-satunya teknik pengobatan tradisional?

Pengobatan herbal merupakan salah satu teknik pengobatan tradisional. Pada dasarnya pengobatan tradisional tidak didasari oleh teknologi canggih, tapi lebih kepada teknis yang kembali ke alam.

Valentina menyampaikan pada Trubus.id, “Pengobatan tradisional umumnya menggunakan bahan dasar dari tumbuhan atau hewan. Contohnya, terapi lintah dan sengat lebah. Selain itu, beberapa jenis pengobatan tradisional lain yaitu akupuntur dan shiatsu.”

Kita semua tahu, akupuntur termasuk salah satu terapi kuno yang berasal dari China dan menggunakan jarum untuk mengaktifkan aliran chi atau sering kita sebut dengan meridian.

“Biasanya teknik pengobatan tradisional di China tidak semuanya menggunakan produk herbal, tapi juga berasal dari hewan dan akupuntur. Akupuntur termasuk salah satu pengobatan tradisional, tapi bukan termasuk pengobatan herbal,” imbuh Valentina.

Apa bedanya obat herbal dan obat kimia?

“Obat herbal biasanya bekerja lambat tapi menyembuhkan, tapi kebanyakan pengidap penyakit cepat bosan karena reaksinya terlalu lama. Beda dengan obat kimia yang lebih cepat mengurangi rasa sakit. Akan tetapi, obat kimia sifatnya bikin ketagihan dan belum tentu menyembuhkan penyakit secara total,” jelas Lina via telepon.

Pengobatan herbal cenderung mengarah pada kelancaran peredaran darah, meningkatkan stamina, dan memperbaiki sel-sel yang sudah rusak. “Obat herbal dapat membasmi penyakit, kerjanya lambat tapi pasti,” tukas Lina.

“Obat kimia atau medis termasuk salah satu bidang keilmuan baru di abad pertengahan. Obat kimia memiliki bukti-bukti empiris yang selalu berkembang setiap saat. Sehingga dibandingkan obat herbal, obat kimia lebih memiliki banyak rujukan berdasarkan hasil penelitian para ahli,” jelas Valentina.

 

Perbedaan mencolok antara obat kimia dan obat herbal yaitu pada standarisasi obat. Menurut Valentina, “Obat kimia biasanya melalui proses baku yang diakui banyak pihak, sedangkan obat herbal belum semuanya terstandar. Salah satu hal positif dari keduanya yaitu obat kimia mengobati penyakit, sedangkan obat herbal bersifat menyembuhkan.”

Memang tidak ada patokan pas untuk penyembuhan penyakit menggunakan obat herbal. “Semuanya bergantung pada jenis penyakit dan tingkatannya, ketahanan tubuh pengidap penyakit, serta bentuk obat herbal entah itu basah atau kering,” jelas Lina.

Cara kerja obat herbal di dalam tubuh

Obat herbal cenderung bekerja secara lambat, tapi bersifat menyembuhkan. Walaupun bekerja dengan lambat, bukan berarti tidak menimbulkan efek samping. Penggunaan obat herbal juga harus hati-hati. Contoh, daun sirsak apabila dikonsumsi terlalu banyak dapat menyebabkan sesak napas.

“Obat herbal bekerja secara simultan terhadap fungsi organ tubuh dan secara holistik dapat meningkatkan kualitas fungsi setiap organ tubuh agar mampu berfungsi kembali secara normal,” jelas Valentina.

Lina juga berpendapat demikian, “Obat herbal kerjanya lambat tapi sifatnya menyembuhkan. Banyak orang yang cenderung tidak sabar dan cepat bosan saat melakukan pengobatan herbal, padahal memang reaksinya agak lebih lambat.”

Pengobatan herbal menyembuhkan penyakit dengan cara meningkatkan kelancaran peredaran darah. Stamina pengidap penyakit akan diperbaiki seperti dalam keadaan normal, dan obat herbal juga akan memperbaiki sel-sel yang rusak. Lebih ringkasnya Lina memaparkan, “Obat herbal itu dapat membasmi penyakit, cara kerjanya lambat tapi pasti.”

Bagaimana Trubus Mania, apakah kamu jadi semakin tertarik dengan tren pengobatan herbal? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar. [KW]

 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: