Kendalikan Sampah, KLHK Proteksi Labuan Bajo dengan PDU

TrubusNews
Binsar Marulitua
16 Jan 2018   12:30 WIB

Komentar
Kendalikan Sampah, KLHK Proteksi Labuan Bajo dengan PDU

Bank sampah di Pulau Komodo (Foto : Foto: Istimewa)

Trubus.id -- Gencarnya promosi wisata harus diiringi kesadaran penataan ramah lingkungan. Sebagai proteksi, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) akan membangun Pusat Daur Ulang (PDU) dan juga bank sampah induk di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.

Direktur Pengelolaan Sampah KLHK, Sudirman mengatakan kapasitas bank sampah induk dan pusat daur ulang bisa mencapai 5 ton pe hari.

Baca Lainnya: Waduh, 650 Kilogram Sampah Berceceran di Pulau Komodo Tiap Hari

"Tujuan besarnya adalah menjadikan Manggarai Barat bersih, mempunyai semangat peduli lingkungan yang tinggi dari masyarakat. Juga memberikan value yang lebih dari pengelolaan sampah itu bagi masyarakat," ujar Direktur Sudirman, mengutip keterangan resminya, Selasa (16/1).

Sudirman mengatakan, masyarakat ataupun komunitas yang ada akan diberikan pendampingan. Misalkan bagaimana menjadikan sampah yang dihasilkan menjadi produk bernilai.

"Sampah yang masuk nanti dipilah. Sampah organik bisa jadi kompos. Sampah anorganik juga dipilah, dicacah menjadi macam-macam. Kita arahkan nanti," ujarnya.

Baca Lainnya: Agar Komodo Tetap Eksis, Ini yang Dilakukan TNK

Untuk pengelolaan sampah organik menjadi kompos, KLHK sudah melakukan kerja sama dengan pupuk Indonesia. Nantinya, pupuk Indonesia akan mengambil bahan baku dari pusat daur ulang sampah di Manggarai Barat.

"Kami akan merapikan standarnya seperti apa. Bahan pupuknya akan disesuaikan dengan standar yang diminta pupuk Indonesia," jelas Sudirman.

Program ini ditargetkan terealiasi pada Juni 2018. Hingga Desember 2017, kunjungan wisatawan yang masuk ke Pulau Komodo Labuan Bajo meningkat tajam, mencapai 122 ribu orang. [DF]
 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Kementan Ungkap Alasan Harga Pupuk Bersubsidi Naik

Peristiwa   20 Jan 2021 - 09:13 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          

Masalah Subsidi Pupuk, Begini Solusi Pakar IPB

Peristiwa   19 Jan 2021 - 08:37 WIB
Bagikan: