Beras Bulog Siap Masuk pasar Tradisional, Ini Buktinya

TrubusNews
Astri Sofyanti
08 Jan 2018   15:45 WIB

Komentar
Beras Bulog Siap Masuk pasar Tradisional, Ini Buktinya

Menteri Pergadangan Enggartiasto Lukita dan Kapolri Tito Karnavian. (Foto : Foto: Trubus.id/ Astri Sofyanti)

Trubus.id -- Sebagian penduduk di Indonesia mengonsumsi nasi sebagai makanan pokok. Tidak heran jika beras menjadi kebutuhan pokok di Indonesia. Karena permintaannya yang luar biasa banyak, harga beras kerap mengalami naik turun.

Hal ini dikarenakan pasokan yang banyak, namun kurangnya suplai produksi masih menjadi masalah hingga saat ini. Untuk itu, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengumumkan jika Selasa (9/1), semua pasar tradisional wajib menjual beras Bulog.

Dalam acara Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang dilakukan Kementerian Perdagangan dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menjalin kerja sama dalam hal kestabilan harga pangan dan juga perdagangan di Indonesia, salah satunya beras.

Itu sebabnya, Perum Bulog dan seluruh Kepala Divre (Kadivre), Kabareskrim, dan Satgas Pangan akan mengawal distribusi beras Bulog ke semua pasar tradisional di Jakarta. Jika berhasil, akan diterapkan oleh seluruh pasar tradisional yang tersebar luas di Indonesia.

“Beras Bulog yang akan masuk pasar adalah jenis beras medium. Dijual dengan harga tidak boleh lebih tinggi dari HET," kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di Kantor Kementerian Perdagangan di Jakarta, Senin (8/1).

Enggar juga mengatakan jika pihaknya telah berkoordinasi dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno untuk mengambil langkah dengan memberlakukan peraturan bahwa seluruh pedagang di Pasar Jaya harus menjual beras Bulog.

”Jika ada pedagang di pasar yang menghindar dan tidak mau menjual beras Bulog, akan kita perkarakan,” tegasnya.

Dengan begitu, Mendag menjamin bahwa berapa pun kebutuhan beras yang diminta, akan digelontorkan. Itu karena pendistribusian beras Bulog ke semua pasar tradisional akan dikawal kepolisian yang berperan sebagai satgas pangan. Ini dilakukan untuk melakukan penetrasi harga beras di Indonesia. [DF]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Jagung Provit Alternatif Bahan Pangan Sehat

Inovasi   28 Sep 2020 - 20:52 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: