HKTI Targetkan 5.000 Hektar Sawah Ditanam Padi Varietas M400

TrubusNews
Trubus News
21 Juli 2017   19:05 WIB

Komentar
HKTI Targetkan 5.000 Hektar Sawah Ditanam Padi Varietas M400

Ketua Umum DPN HKTI Moeldoko hadir di acara panen raya padi varietas M400 di Jombang, Jumat (21/7/2017). (Foto : Foto: Istimewa)

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPN HKTI) Jenderal TNI (purn) Moeldoko menggelar panen raya padi varietas unggul, M400, di Dusun Dungboto, Desa Kedungotok, Tembelang, Jombang, Jumat (21/7/2017).

Didampingi Wakil Bupati Jombang Munjidah wahab, mantan Panglima TNI ini turun langsung ke sawah petani di Dusun Dungboto. Dengan menggunakan sabit, Moeldoko mengawali panen raya dengan memotong beberapa genggam tangkai padi.

Moeldoko mengatakan, keunggulan padi varietas M400 ini tetap bagus di segala kondisi dan cuaca.

“Tetap bagus walau kanan kirinya kena hama wereng. M400 juga tahan terhadap anomali cuaca, masih bisa berdiri tegak,” ujar Moeldoko.

Dijelaskannya, padi varietas M400 ini telah ditanam di berbagai daerah di Tanah Air. Bibit unggul ini merupakan hasil riset dari tim HKTI yang telah mendapatkan sertifikasi dari Kementerian Pertanian.

“Bibit unggul ini memberi kemudahan kepada para petani. Hasil panen lebih banyak, minimum 8,8 ton per hektar, bahkan di Lumajang hasil panennya mencapai 11 ton per hektar,” ungkapnya.

Pada musim tanam September nanti, tambah Moeldoko, penanam padi varietas M400 akan diperluas di seluruh Indonesia. Dia menargetkan bisa menyentuh lahan seluas 5 ribu hektare.

Manfaat penggunaan benih unggul varietas M400 ini diakui oleh para petani di Jombang. Supri, petani asal Kecamatan Kesamben mengaku menggunaan benih padi ini selama dua kali selama masa tanam tahun ini.

“Sebelumnya saya masih memakai benih jenis Serang. Hasilnya 8,5 ton per hektar. Setelah menanam benih M400, hasil panen naik menjadi 8,8 ton per hektar,” tuturnya.

Dia membenarkan, selain meningkatkan hasil panen, varietas M400 tahan terhadap serangan berbagai jenis hama, sehingga dirinya tak menggunakan pestisida atau bahan kimia lainnya.

Selain itu, penggunaan pupuk kimia yang biasanya 7 kuintal per hektar, berkurang menjadi 1 sampai 1,5 kuintal per hektar lantaran diganti dengan pupuk organik.

Saat ini, lanjut Supri, penggunaan varietas M400 belum mencapai hasil maksimal. Penyebabnya adalah kondisi tanah yang rusak akibat penggunaan pupuk kimia sebelumnya, membuat pertumbuhan bulir padi tidak dapat maksimal.

“Kalau kondisi tanah sudah kembali bagus, penggunaan bibit M400 bisa mencapai 400 bulir per tangkai. Saat ini masih 270-300 bulir per tangkai,” ungkapnya. [AS]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

KKP Hentikan Sementara SPWP Ekspor Benih Bening Lobster

Peristiwa   26 Nov 2020 - 17:29 WIB
Bagikan:          
Bagikan: