Mendag Prediksi Kenaikan Harga Kedelai Terjadi Hingga Mei

TrubusNews
Astri Sofyanti
11 Jan 2021   13:28 WIB

Komentar
Mendag Prediksi Kenaikan Harga Kedelai Terjadi Hingga Mei

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dalam konferensi pers Trade Outlook 2021, Senin (11/1/2021). (Foto : Biro Humas Kementerian Perdagangan)

Trubus.id -- Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi memperkirakan harga kedelai masih akan terus naik sampai akhir Mei mendatang. Dirinya berharap pada Juni harga kedelai mulai membaik. Diakui Mendag, kenaikan harga kedelai ini juga dirasakan oleh pengrajin tahu dan tempe dalam beberapa waktu belakangan.

“Bayangan saya harga kacang kedelai naik tidak akan lebih dari Rp9.000 per kilogram,” kata Mendag Lutfi dalam konferensi pers yang digelar secara virtual, Senin (11/1/2021).

Dikatakan Lutfi, berdasarkan laporan di lapangan saat ini, harga kacang kedelai di gudang importir itu Rp8.500 per kilogram (kg). Sementara, di pengrajin itu dari Rp8.800 sampai Rp9.500 per kg tergantung di mana wilayah pengrajinnya.

Pihaknya menegaskan bahwa selama harga kedelai di atas Rp8.000 per km, Kementerian Perdagangan akan menjadi penengah antara pengrajin dan pasar. Hal ini dilakukan untuk menjaga harga yang wajar ketika dijual ke masyarakat.

“Selama harga kedelai di atas Rp8000 kami akan menjadi penengah antara pengrajin dan pasar untuk memberi tahu harga tempe dan tahu yang wajar,” tuturnya.

“Karena memang dari pengrajin sampai ke pasar itu hubungan simbiosisnya sangat dekat sekali. Saya bisa melihat disitu bahwa harga yang terbentuk di pasar saat ini Rp15.000,” ujarnya menambahkan.

Dirinya berjanji akan mengumumkan estimasi harga wajar tahu dan tempe di setiap akhir bulan. Dirinya memprediksi harga kedelai naik sebesar Rp100 hingga Rp200 saja.

Setiap akhir bulan, pihaknya akan menghitung, misalnya dalam tiga sampai empat bulan ke depan, kalau harga kedelai ini akan naik.

“Bayangan saya tidak akan lebih dari Rp9.000. Artinya Rp100 kenaikannya. Di akhir bulan saya akan menghitung berapa harga wajar dari pada tahu dan tempe. Ini yang akan kami hitung,” tutup Mendag.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Kementan Ungkap Alasan Harga Pupuk Bersubsidi Naik

Peristiwa   20 Jan 2021 - 09:13 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          

Masalah Subsidi Pupuk, Begini Solusi Pakar IPB

Peristiwa   19 Jan 2021 - 08:37 WIB
Bagikan: