Usai Budikdamber, Kini Ternak Ayam Portable Jadi Tren

TrubusNews
Astri Sofyanti
04 Des 2020   17:33 WIB

Komentar
Usai Budikdamber, Kini Ternak Ayam Portable Jadi Tren

Kelompok Wanita Tani Cikal, Cikeas Katulampa dalam kegiatan peluncuran program Bogor Berkebun di Halaman Kantor Walikota Bogor, Jumat (4/12/20). (Foto : Trubusid/Astri Sofyanti)

Trubus.id -- Budidaya ikan dalam ember atau yang kerap disebut Budikdamber menjadi salah satu solusi pangan masa depan yang bisa dikembangkan di lahan terbatas untuk menciptakan kemandirian pangan masyarakat, terutama di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini. Dengan teknik budidaya ikan dalam ember, masyarakat tak perlu lagi cemas akan pemenuhan nutrisi keluarga selama masa pandemi Covid-19 karena teknik budidayanya terbilang mudah dengan peralatan yang sederhana.

Budikdamber sukses bahkan menjadi tren selama pandemi Covid-19 karena terbukti membantu memenuhi kebutuhan pangan. Setelah budikdamber ini ternak ayam di kandang portable juga tengah tren di kalangan masyarakat.

Melihat potensi tersebut, guna memulihkan perekonomian warga Kota Bogor pada masa pandemi Covid-19, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor memberikan bantuan 50 ayam arab yang siap diternakkan menggunakan kandang portable kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Cikal, Cikeas Katulampa, Kabupaten Bogor.

Kepala Seksi Produksi Ternak Bidang Peternakan DKPP Kota Bogor, Sumtiah Nur mengatakan, dengan mengaplikasikan kandang portable masyarakat bisa melakukan ternak ayam di lahan terbatas sekalipun. Dirinya juga mengatakan bahwa pembuatan kandang ayam portable cukup sederhana dan mudah.

“Ayam arab yang diberikan ke KWT Cikal adalah ayam arab yang diternakkan oleh Dinas Pertanian Bogor. Kenapa ayam arab? Karena ayam arab betina bisa menghasilkan telur tanpa pejantan. Dalam satu tahun, ayam arab betina mampu menghasilkan 250 butir telur. Jadi produksi telurnya sangat tinggi,” kata Sumtianur, Kasi Produksi Ternak Bidang Peternakan DKPP Kota Bogor saat ditemui Trubus.id di peluncuran program Bogor Berkebun, di Halaman Kantor Walikota Bogor, Jumat (4/12/20).

Dirinya menyatakan bantuan yang diberikan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bogor kepada KWT Cikal bertujuan untuk pemulihan ekonomi pada masa pandemi Covid-19. Tak hanya untuk pemenuhan gizi keluarga semata, tetapi juga sebagai sumber penghasilan keluarga.

Pada kesempatan yang sama, Ketua KWT Cikal Fitriani mengatakan bahwa KWT Cikal menerima bantuan 50 ayam arab betina untuk dikembangkan. Untuk pembuatan kandang portable sendiri, Fitri mengatakan para bapak-bapak yang bergotong royong membuat kandang portable.

“KWT Cikal mendapat bantuan ayam arab dari DKPP untuk dikembangkan, kami sangat bersyukur dengan bantuan tersebut. Dalam sehari, 50 ekor ayam arab betina mampu memproduksi 50 butir telur,” ungkapnya.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Kementan Ungkap Alasan Harga Pupuk Bersubsidi Naik

Peristiwa   20 Jan 2021 - 09:13 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          

Masalah Subsidi Pupuk, Begini Solusi Pakar IPB

Peristiwa   19 Jan 2021 - 08:37 WIB
Bagikan: