Gubernur Bengkulu Ajak Seluruh Pihak Perkuat Kostratani

TrubusNews
Astri Sofyanti
04 Des 2020   13:49 WIB

Komentar
Gubernur Bengkulu Ajak Seluruh Pihak Perkuat Kostratani

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu, Dedy Ermansyah mengajak seluruh pihak untuk terlibat dalam proses percepatan pembangunan pertanian. (Foto : Dok. Kementerian Pertanian)

Trubus.id -- Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu, Dedy Ermansyah mengajak seluruh pihak untuk terlibat dalam proses percepatan pembangunan pertanian di Provinsi Bengkulu. Menurutnya, diperlukan sinergitas antar dinas dan instansi terkait supaya pembangunan pertanian bisa berjalan secara efektif.

“Saya mengajak semua pihak di Provinsi Bengkulu untuk bersama-sama fokus melaksanakan tugas mulia ini. Kita ada dalam satu kesatuan untuk menjadikan Komando Strategi Pertanian (Kostratani) di Kecamatan sebagai kunci dari singkronisasi dan akselerasi pembangunan pertania,” kata Dedy dalam keterangan persnya yang diterima Redaksi Trubus.id, Jumat (4/12/20).

Diakuinya, sektor pertanian memiliki peran stragis dalam pemenuhan kebutuhan pangan, penyerapan tenaga kerja, serta sumber pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Terlebih, pembangunan pertanian tidak hanya berdampak pada petani dan pelaku usaha tani, tetapi juga berdampak terhadap ketahanan pangan dan perekonomian daerah.

“Bahkan pembangunan pertanian juga berdampak pada stabilitas politik dan keamanan nasional untuk menjamin sinergi dan kesatuan pembangunan pertanian di setiap lini agar fokus dalam mencapai sasaran,” ujarnya.

Menurutnya, momentum ini harus dijadikan sebagai ajang meningkatkan produksi. Apalagi, Provinsi Bengkulu baru saja mendapat alokasi kegiatan tanaman pangan yaitu padi hibrida seluas 21 ribu hektare, jagung hibrida seluas 18 ribu hektare, dan alat pasca panen sebanyak 2 unit.

Selain itu, Bengkulu juga mendapat bantuan kegiatan PATB padi seluas 4100 hektare. Untuk perkebunan sendiri mendapat alokasi kegiatan peremajaan karet seluas 200 hektare dan UPH pengolaan kopi sebanyak 3 unit.

“Peningkatan produksi setiap tahun harus meningkat 7 persen per tahun. Untuk mendukung pencapaian peningkatan produksi, target looses harus turun dari 12 persen turun menjadi 5 persen. Dengan peningkatan produksi ini diharapkan dapat semakin membuka peluang ekspor komoditi tanaman pangan,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul menegaskan bahwa sektor pertanian merupakan sumber kehidupan bagi seluruh masyarakat. Terlebih lagi, sektor pertanian terbukti mampu bertahan di tengah krisis apapun.

“Kalau kita mau meningkatkan kesejahteraan rakyat dan memperbaiki kehidulan, maka perbaiki dulu sektor pertanian ada,” tutupnya.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Kementan Ungkap Alasan Harga Pupuk Bersubsidi Naik

Peristiwa   20 Jan 2021 - 09:13 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          

Masalah Subsidi Pupuk, Begini Solusi Pakar IPB

Peristiwa   19 Jan 2021 - 08:37 WIB
Bagikan: