IPB University Beri Pelatihan Petani Kopi Budidaya Lebah Tanpa Sengat

TrubusNews
Astri Sofyanti
01 Des 2020   09:20 WIB

Komentar
IPB University Beri Pelatihan Petani Kopi Budidaya Lebah Tanpa Sengat

Lebah tanpa sengat. (Foto : Dok. IPB University)

Trubus.id -- Nadzirum Mubin, SP, MSi dosen dari Departemen Proteksi Tanaman, Fakutas Pertanian, IPB University bekerja sama dengan Perhimpunan Entomologi Indonesia (PEI) memberikan pelatihan budidaya lebah tanpa sengat kepada petani kopi Cikuda Mulya, Kampung Cikuda Mulya, Desa Purwabakti, Kecamatan Pamijahan, Bogor.

Nadzirum mengungapkan, kegiatan ini merupakan bagian dari tugas habituasi calon pegawai negeri sipil (CPNS) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2020. Pelatihan dihadiri oleh petani kopi Cikuda Mulya yang menanam jenis kopi Arabica dan Robusta.

“Masih banyak masyarakat yang tidak mengatahui bahwa kopi yang dinikmati itu membutuhkan peranan penting dari serangga pemberi jasa ekosistem (ecosystem services) yaitu penyerbuk. Buah kopi yang berasal dari bunga tidak serta merta berhasil menjadi buah kopi yang siap panen akan tetapi bunga kopi membutuhkan bantuan penyerbuk untuk membantu proses tersebut,” demikian kata Nadzirum melalui keterangan tertulisnya yang diterima redaksi Trubus.id, Selasa (1/12/20).

Proses penyerbukan ini umum dilakukan oleh lebah, akan tetapi hal ini terjadi secara alami tanpa adanya campur tangan manusia. Introduksi lebah pada suatu pertanaman atau perkebunan mampu meningkatkan produksi buah dan biji dari suatu tanaman. Lebah yang sering dijumpai dan diketahui adalah jenis lebah Apis sp. yang berwarna kuning dengan garis hitam pada perutnya (abdomen) serta mempunyai sengat pada bagian perutnya.

“Banyak petani dan masyarakat awam tidak berani memanfaatkan lebah jenis ini karena dapat menyengat dan melukai orang yang ada di sekitarnya. Lebah jenis Apis sp. mempunyai kisaran harga koloni yang relatif mahal serta tidak tahan dengan gangguan atau aktivitas manusia di sekitarnya. Dengan perkembangan ilmu pengetahuan, ditemukan jenis lebah yang pertahanannya tidak menggunakan sengat atau sering dikenal dengan lebah tanpa sengat (stingless bee). Kelompok lebah tanpa sengat ini sangat banyak jenisnya salah satunya adalah Tetragonula laeviceps (Hymenoptera: Apidae: Meliponini),” ujarnya.

Selain dari ketiadaan sengat, lebah stingless bee mampu beradaptasi dengan baik di lingkungan sekitarnya, lebih tahan terhadap gangguan manusia dan ramah (user friendly), lebih mudah dikembangbiakkan, menghasilkan madu dengan kandungan antioksidan yang tinggi (ciri khasnya sedikit asam), menghasilkan propolis, serta yang utama adalah lebah tanpa sengat ini yang bersifat generalis karena mampu menyerbuki beragam jenis bunga.

Proses budidaya lebah tanpa sengat atau lebih dikenal dengan Meliponiculture ini cukup mudah. Ketika mendapatkan sarang dari koloni lebah jenis T. laeviceps cukup menyiapkan kotak atau stup berukuran 10 x 10 x 30 sentimeter dari kayu sengon atau sejenisnya kemudian koloni yang ditemukan dipindahkan ke kotak tersebut dengan memerhatikan yang utama yaitu adanya ratu lebah. Sebagian sel anakan (brood cell) dipindah serta sebagian sel penyimpanan madu dan tepung sari (storage cell) juga ikut dipindahkan agar koloni bisa beradaptasi di sarang yang baru terlebih dahulu.

“Pemanfaatan lebah tanpa sengat di perkebunan kopi merupakan suatu upaya untuk meningkatkan produktivitas kopi, selain itu petani juga dapat mendapatkan keuntungan berupa madu dan propolis. Ketika produksi kopi meningkat, petani mendapatkan keuntungan secara finansial yang tinggi untuk mencukupi kehidupan sehari-hari. Dan yang tak kalah menguntungkannya yaitu petani mendapatkan madu yang dapat dipanen sendiri guna meningkatkan imunitas tubuh baik untuk keluarga sendiri maupun untuk masyarakat pada umumnya,” ujarnya menambahkan.

Tidak hanya di masa pandemi Covid-19 ini yang membutuhkan imunitas yang baik, tetapi setelah pandemi pun tubuh masih tetap membutuhkan imunitas untuk menjaga stamina tubuh dalam bekerja. Mari kita optimalkan lebah sebagai penyerbuk. Hasil kopi meningkat, madu pun dapat.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Kementan Ungkap Alasan Harga Pupuk Bersubsidi Naik

Peristiwa   20 Jan 2021 - 09:13 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          

Masalah Subsidi Pupuk, Begini Solusi Pakar IPB

Peristiwa   19 Jan 2021 - 08:37 WIB
Bagikan: