Talas Beneng, Sumber Pangan Alternatif ini Berpotensi Besar untuk di Ekspor

TrubusNews
Astri Sofyanti
24 Nov 2020   14:14 WIB

Komentar
Talas Beneng, Sumber Pangan Alternatif ini Berpotensi Besar untuk di Ekspor

Ilustrasi - Talas beneng. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Talas beneng merupakan salah satu sumber pangan alternatif yang memiliki potensi besar untuk diekspor. Melihat peluang ekspornya yang luar biasa, Guru Besar IPB Universty Prof Dr Ahmad Sulaeman mengatakan, talas beneng memiliki pangsa ekspor karena kapasitas produksinya yang tinggi. Dirinya juga mengatakan, talas beneng lebih relatif tahan terahadap hama dan penyakit dibandingkan talas bogor.

“Potensi talas beneng sebagai sumber pangan dan komoditas ekspor karena ukurannya raksasa, potensi produksi yang tinggi, relatif tahan hama dan penyakit dibanding talas-talas lain seperti talas Bogor,” kata Sulaeman dalam diskusi daring dengan tema ekspo varietas lokal talas beneng dan turunannya yang diselenggarakan oleh Badan Karantina Pertanian baru-baru ini.

Tidak hanya itu, Sulaeman mengatakan, talas beneng juga tidak terlalu membutuhkan perawatan, serta memiliki kandungan gizi yang cukup baik. Sampai saat ini sudah ada 190 riset mengenai talas beneng dari 123.000 riset mengenai talas yang sudah dipublikasikan di jurnal nasional dan internasional. Pembahasan publikasi tersebut beragam mulai dari cara budidaya, hama penyakit, kandungan pati, tepung talas, komposisi gizi, kandungan asam oksalat, tepung komposit dan lain sebagainya.

“Secara manfaat gizi dan kesehatan, talas Beneng memiliki kandungan serat makanan yang tinggi dan mengandung zat gizi lain seperti karbohidrat kompleks, provitamin A, karotenoid (alfa dan beta karoten, kriptoxantin) vitamin B6, vitamin E, mineral K, Fe, Cu, MN, CA, Mg, prebiotic,” ujar dosen Departemen Gizi Masyarakat ini.

Dirinya menjelaskan kandungan gizi talas beneng baik untuk penderita diabetes, hipertensi, mencegah penyakit jantung, memperbaiki penglihatan, meningkatkan fungsi kognitif, memperbaiki kesehatan kulit, meningkatkan fungsi sistem imun, baik untuk pencernaan, anti kanker dan dapat membantu menurunkan berat badan.

Pakar Pangan IPB University ini memberikan strategi pengembangan talas beneng sebagai komoditas unggulan dan ekspor. Ia menyarankan supaya menjadikan talas beneng sebagai pilot project (percontohan) industri tepung "Taroben Flour" yang sahamnya dimiliki petani talas beneng.

“Jangan diserahkan kepada industri besar karena hanya akan menjadikan petani sebagai kuli saja,” ujarnya menambahkan.

Ia juga menyarankan adanya standar naisonal tepung talas beneng (Taroben Flour). Tepung ini dapat digunakan sebagai pengganti atau subtitusi tepung terigu dengan keunggulannya yakni bebas gluten, tinggi serat, protein sebanding dengan terigu, indeks glikemik rendah, serbaguna dan mudah ditambahkan dalam diet sehari-hari.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Kementan Ungkap Alasan Harga Pupuk Bersubsidi Naik

Peristiwa   20 Jan 2021 - 09:13 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          

Masalah Subsidi Pupuk, Begini Solusi Pakar IPB

Peristiwa   19 Jan 2021 - 08:37 WIB
Bagikan: