Petani Milenial Sukses di Kala Pandemi

TrubusNews
Astri Sofyanti
23 Nov 2020   15:00 WIB

Komentar
Petani Milenial Sukses di Kala Pandemi

Ketua Duta Petani Millenial Sandi Octa Susila. (Foto : Instagram/@sandiocta)

Trubus.id -- Pandemi Covid-19 menimbulkan tantangan di berbagai sektor kehidupan, tak terkecuali pertanian. Saat ini ketahanan pangan memiliki peran sama pentingnya dengan kesehatan masyarakat. Sektor pertanian tidak hanya menjadi andalan untuk menopang peekonomian nasional, tetapi juga kesejahteraan masyarakat.

Oleh karena itu, Kementerian Pertanian (Kementan) konsisten melahirkan wirausaha dari sektor pertanian, terutama dari kalangan milenial agar berdaya dengan memanfaatkan sumber daya pertanian secara optimal dan berkelanjutan.

Lantas bagaimana kebertahanan sektor pertanian melalui tangan-tangan para milenial di masa pandemi Covid-19?

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kementerian Pertanian Dedi Nursyamsi, berdasarkan perhitungan Kementeran Pertanian hingga September 2020 Indonesia masih surplus beras.

“Insya Allah sampai Desember kita masih tetap surplus beras. Produksi pangan kita sampai dengan akhir Desember aman,” kata Dedi dalam dialog bersama Satgas Penanganan Covid-19 dengan tema Petani Milenial: Sukses di Kala Pandemi yang disiaran secara langsung oleh YouTube BNPB, Senin (23/11/20).

Dirinya juga memperkirakan bahwa Indonesia bisa menopang kebutuhan pangan hingga 7 juta ton Periode Desember 2020 hingga Januari 2021.

Meski dalam situasi pandemi Covid-19, Dedi mengungkapkan, sektor pertanian menjadi satu-satunya penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) yang masih tetap mengeliat dan meningkat sebesar 16,24 persen pada kuartal I dan II.

“Ternyata dari kuartal ke II dan III juga tetap meningkat sekitar 2,15 persen. Artinya sektor pertanian tetap tumbuh positif signifikan dibandingkan sektor-sektor lain yang terpuruk, bahkan pertumbuhannya ada yang minus 20 persen,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan Dedi, dari segi anggaran, sektor pertanian mengalami penurunan, sebab pemerintah pusat, provinsi hingga kabupaten/kota memangkas anggaran untuk untuk penanganan Covid-19.

“Dari segi anggaran untuk sentor pertanian ini menurun, tetapi produksi tetap meningkat. Artinya penyuluh pertanian tetap turun ke lapangan untuk menggenjot produksi,” tegasnya.

Diakuinya, kenaikan PDP dari sektor pertanian ini tidak terlepas dari peran serta petani milenial turut berpartisipasi menyediakan pangan di masa pandemi Covid-19.

Berdasarkan data Kementerian Pertanian, saat ini terdapat 33 juta petani, dari jumlah tersebut sebagian besar petani merupakan kelompok tua. Sementara petani milenial jumlahnya hanya sekitar 30 persen.

“Saat ini petani kita masih dalam usia yang produktif. Tetapi 10 tahun yang akan datang ini bisa berbalik dan sangat berbahaya. Artinya 70 persen petani kita 10 tahun yang akan datang usianya tidak produktif. Oleh karena itu, siap tidak siap kita harus secera melakukan regenerasi petani,” tegasnya.

Menurutnya, meski jumlah petani milenial saat ini jumlahya tidak signifikan, tetapi kontribusi petani milenial luar biasa terhadap pembangun pertanian.

“Itu sebabnya, kita sekarang harus menata dan mengajak para petani milenial untuk turun ke sektor pertanian. Pertanian akan mendatangkan banyak keuntungan jika dikelola dengan baik dan benar. Ini yang tengah kita lakukan, mengajak sebanyak-banyaknya anak muda untuk terjun ke sektor pertanian dengan pengelolaan yang modern,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Duta Petani Millenial Sandi Octa Susila membagikan kisah dan perjalanannya sebagai seorang petanin milenial yang telah ia geluti sejak masih menjadi mahasiswa di IPB Unversity hingga saat ini dirinya telah menjadi wirausaha muda di sektor pertanian.

“Saya rasakan betul, ketika saya sudah kerjakan, sektor pertanian ini menjadi sektor yang mendatangkan keuntungan. Sudah saatnya milenial melirik sektor pertanian,” tutur Sandi.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Metode Rekristalisasi, Solusi Daur Ulang Sampah Medis

Peristiwa   15 Jan 2021 - 10:52 WIB
Bagikan:          
Bagikan: