BPS Nyatakan Indonesia Resesi, Sektor Pertanian Masih Tumbuh Positif

TrubusNews
Astri Sofyanti
05 Nov 2020   15:08 WIB

Komentar
BPS Nyatakan Indonesia Resesi, Sektor Pertanian Masih Tumbuh Positif

Petani memperbaiki saluran irigasi sawah pada lokasi program pengembangan pangan dengan konsep Food Estate di Desa Belanti Siam, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. (Foto : Trubusid/Binsar Marulitua)

Trubus.id -- Badan Pusat Statistik (BPS) secara resmi mengumumkan bahwa Indonesia mengalami resesi. Di kuartal ke III, pertumbuhan ekonomi Indonesia (minus) -3,49 persen (year on year/yoy/ tahunan). Ini menyusul pertumbuhan yang juga negatif di kuartal dua, tepatnya -5,32 persen. Atas dasar pertumbuhan dua kuartal berturut-turut yang negatif inilah, sah sebuah negara disebut mengalami resesi.

BPS merilis pertumbuhan ekonomi triwulan III tahun 2020 berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) berbagai sektor. BPS mencatat bahwa hanya sektor pertanian yang mengalami pertumbuhan positif, yakni tumbuh sebesar 2,15 persen (year on year).

Kepala BPS, Suhariyanto menyampaikan, pertumbuhan tersebut tak lepas dari kondisi harga komoditas pangan kelapa sawit dan kedelai di pasar internasional pada triwulan ke III yang mengalami peningkatan secara (q to q) maupun (y on y).

“Pertanian, kehutanan dan perikanan mendominasi industri pengolahan lapangan usaha sebesar 14,68 persen. Peranan pertanian dan beberapa industri lainya dalam perekonomian Indonesia mencapai 54,13 persen,” kata Suhariyanto dalam konferensi persnya, Kamis (5/11/20).

Suhariyanto mengatakan, secara keseluruhan ekonomi nasional pada triwulan III-2020 tumbuh membaik sebesar 5,05 persen (q to q). Berdasarkan catatanya, 7 sektor untuk lapangan usaha secara tahunan masih tumbuh positif. Ketujuh sektor itu ialah sektor pertanian, real estat, jasa kesehatan, dan pengadaan air.

“Secara kuartalan, PDB Indonesia menunjukkan pertumbuhan positif dan cukup tinggi. Artinya terjadi perbaikan ekonomi yang siginifkan untuk melangkah ke triwulan IV,” ujarnya.

Merespon hal tersebut, Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian (Kementan) Kuntoro Boga Andri mengatakan bahwa pertumbuhan ini diprediksi berlanjut hingga tahun 2021. Hal ini terjadi lantaran produksi pertanian di semua provinsi Indonesia terus berjalan.

“Kita harus optimis, sebab pertanian adalah tulang punggung perekonomian Indonesia,” beber Kuntoro.

Sebelumnya, BPS juga mencatat kontribusi sektor pertanian terhadap pendapatan domestik bruto (PDB) di kuartal II 2020 meningkat sebesar 2,19 persen jika dibandingkan kuartal I yang hanya sebesar 0,02 persen.

Seperti diketahui, Kementan mengembangkan strategi sistem logistik nasional dalam menyederhanakan rantai pasok dan intervensi distribusi. Kementan juga terus berupaya melakukan sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak dalam menjaga ketersediaan dan distribusi pangan, khususnya pada 11 komoditas bahan pokok.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: