IPB Berdayakan Ekonomi Warga Korban Bencana Sukabumi dengan Mengembangkan Gula Aren dan Kapulaga

TrubusNews
Astri Sofyanti
05 Nov 2020   11:44 WIB

Komentar
IPB Berdayakan Ekonomi Warga Korban Bencana Sukabumi dengan Mengembangkan Gula Aren dan Kapulaga

Bencana longsor yang terjadi di Kampung Cimapag Desa Sinar Resmi, Kecamatan Cisolok, Sukabumi, Jawa Barat. (Foto : Dok. BNPB)

Trubus.id -- Pusat Studi Bencana IPB University mendampingi korban bencana Sukabumi, Jawa Barat untuk memulihkan ekonomi warga dengan mengembangkan gula aren dan kapulaga. Kejadian bencana yang terjadi pada 2018 lalu itu, terjadi di Kampung Cimapag Desa Sinar Resmi, Kecamatan Cisolok, Sukabumi, Jawa Barat yang menyebabkan terganggunya kehidupan ekonomi masyarakat.

Untuk menjalankan program pendampingan peningkatan ekonomi pascabencana, Pusat Studi Bencana IPB University menggandeng Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).  Program pemberdayaan yang dilakukan fokus pada pengembangan gula aren dan kapulaga.

Tahap awal program dimulai dengan pendampingan dan pelatihan. Hadir dalam pelatihan ini sejumlah dosen IPB University diantaranya Istiqlaliyah M, Anita Pramaswari Wadhiani, Ujang Sehabuddin dan Handian Purwawangsa.

Ketua Adat Kesepuhan Cipta Mulya, Abah Hendrik berterima kasih kepada IPB University dan BNPB atas program pendampingan peningkatan ekonomi warga pascabencana Sukabumi.

“Bencana "Garehong" yang terjadi di Cimapag perlu diambil hikmah dan kita harus waspada. Ke depan masyarakat bisa menanami tebing untuk menahan longsor,” ujar Abah dalam siaran pers yang diterima Trubus.id.

Dalam kesempatan ini Abah Hendrik mengatakan bahwa potensi daerah yang dapat dikembangkan warga adalah gula semut dan kapulaga. Selain itu, ada juga kerajinan batik, anyaman rotan, gelang simpai, ukuran bambu dan lainnya. Abah Hendrik juga mengatakan bahwa salah satu kearifan lokal yang tetap dijaga adalah menanam padi secara alami dengan varietas asli Kasepuhan.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Desa Sirna Resmi, Iwan Suwandri mendorong hal yang sama dapat dilakukan di desanya. “Ke depan, kami juga memerlukan keterlibatan IPB University untuk membantu pendidikan tinggi masyarakat melalui kampus IPB University di Sukabumi,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala PSB, Dr Yonvitner menyampaikan bahwa dalam menjaga kesinambungan program kelompok, kegiatan ini akan menggandeng Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sehingga kegiatan akan tetap eksis dan masyarakat benar-benar mandiri.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: