Hari Pangan Sedunia, Trubus Bina Swadaya Soroti Peran Petani dalam Pemenuhan Ketahanan Pangan

TrubusNews
Astri Sofyanti
16 Okt 2020   12:14 WIB

Komentar
Hari Pangan Sedunia, Trubus Bina Swadaya Soroti Peran Petani dalam Pemenuhan Ketahanan Pangan

Ilustrasi - Petani. (Foto : Unsplash/Tuan Anh Tran)

Trubus.id -- Di tengah situasi pandemi Covid-19, Hari Pangan Sedunia 2020 menyoroti terkait pangan dan pertanian adalah bagian penting dari tanggapan tehadap Covid-19.

Menilik sejarahnya, Hari Pangan Sedunia dirayakan setiap tanggal 16 Oktober bertujuan untuk menghormati Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) yang berada di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Sebagai lembaga kewirausahaan sosial, Trubus Bina Swadaya (TBS) juga turut menyoroti peran petani yang sangat besar dalam memenuhi kebutuhan pokok dan ketahanan pangan masyarakat Indonesia. Petani di Indonesia masih berkutat pada beberapa kesulitan mulai dari bibit, pupuk, akses ke modal, lahan kecil yang berimbas pada proses bercocok tanam yang tidak efisien, dan kapasitas petani yang sebagian besar masih belum produktif.

Tanpa petani takkan ada kesehatan, cinta, kreativitas karena aktivitas manusia diperoleh dari tenaga, yang diperoleh dari sumber makanan dengan bercocok tanam. Petani adalah pahlawan untuk Indonesia.

Guna menyemarakkan peringatan Hari Pangan Sedunia (World Food Day) Trubus Bina Swadaya melalui Bincang-Bincang Wisma Hijau (BBWH) menggelar Diskusi yang mengangkat topik “No Farmers, No Food, No Future” yang diselenggarakan secara daring, Jumat 16 Oktober 2020.

Ketua Pengurus Yayasan Bina Swadaya, Dr. Ir. Bayu Krisnamurthi M.S mengugkapkan, Trubus Bina Swadaya mengangkat tema di Hari Pangan Sedunia No Farmers, No Food, No Future. Dirinya mengatakan, tema ini diangkat karena petani memiliki peranan penting bagi kehidupan dan ketahanan pangan.

“Semua makanan yang kita makanan berasal dari petani. Dari sanalah makanan itu berasal,” kata Bayu dalam Bincang-Bincang Wisma Hijau yang digelar secara Daring, Jumat (16/10/20).

Diskusi daring dengan tema No Farmers, No Food, No Future tersebut menghadirkan pembicara Guru Besar Institut Pertanian Bogor, Dwi Andreas Santoso bersama Guru Besar Antropologi Universitas Indonesia, Yunita Triwardani Winanto dan Pengamat AEPI dan Komite Pendayagunaan Pertanian, Khudori.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: