Hari Pangan Sedunia, Kementan Replikasi Pola Integrated Farming di Karanganyar

TrubusNews
Astri Sofyanti
16 Okt 2020   09:26 WIB

Komentar
Hari Pangan Sedunia, Kementan Replikasi Pola Integrated Farming di Karanganyar

Ilustrasi - Hamparan sawah. (Foto : pixabay.com)

Trubus.id -- Sektor pertanian di Indonesia menjadi saat ini menjadi andalan. Sebagai upaya dalam mewujudkan lumbung pangan, pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong pengembangan pertanian terpadu (integrated farming).

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan bahwa pola ini merupakan pengelolaan pertanian terpadu, di mana dalam satu hamparan lahan bisa dibudidayakan banyak komoditas. Hal ini diungkapkan Mentan Syahrul saat mengunjungi Integrated Farming di Desa Kragan, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

“Kami sangat mengapresiasi penerapan integrated farming yang sudah dilakukan di Kabupaten Karanganyar dengan beragam komoditas dibudidayakan secara terintegasi,” kata Mentan Syahrul dalam keterangan tertulis yang diterima Trubus.id, Kamis (16/10/20).

Dirinya menegaskan bahwa saat ini yang menyumbang untuk pertumbuhan ekonomi hanya pertanian. Pertumbuhan ekonomi yang di kontribusi adalah 16,4 %. Bahkan dari ekspor Januari ke Juli 2020 sebesar Rp 250 trilyun. Tambah Agustus ekspor Rp 30 trilyun.

Selanjutnya Mentan menilai harus mulai mengkoorporasikan dan membenahi dari mulai hulu sampai hilir.

“Kita perbaiki bibitnya, pupuknya dipenuhi, obatnya disiapkan, yang harus pakai mesin kita siapkan mesinnya. Dan diujungnya tidak ada lagi petani yang menjual gabah, petani harus jual beras,” ujarnya.

Budidaya yang dimiliki oleh Bapak Willy Suratman ini mempunyai lahan 1.000 meter ini mengintegrasi air buangan dari kolam ikan dimanfaatkan untuk pengairan kebun pisang. Pada awalnya pembuangan air kolam disalurkan untuk budidaya padi, namun karena luas lahan yang terbatas, maka berganti menjadi budidaya pisang dan ternyata dinilai lebih menguntungkan.

Adapun Willy juga mengembangkan magot sebagai pakan ikan berprotein tinggi. Campuran sisa pakan magot dari limbah pertanian dan cacahan pisang inilah yang sedang dikembangkan untuk budidaya jahe merah.

Sementara itu Bupati Karanganyar Juliyatmono menyambut baik upaya Kementerian Pertanian mengembangkan pola pertanian terintegrasi ini.

“Kami akan kembangkannpola-pola seperti ini di wilayah Karanganyar, memanfaatkan lahan pekarangan dan mulai mengenalkan produk hilirisasi supaya menambah nilai kemanfaatan produk,” tutur Juliyatmono.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Usai Budikdamber, Kini Ternak Ayam Portable Jadi Tren

Inovasi   04 Des 2020 - 17:33 WIB
Bagikan:          

Kohibora Fokus Hijaukan Kota Bogor Lewat Hidroponik

Peristiwa   04 Des 2020 - 15:14 WIB
Bagikan:          

Gubernur Bengkulu Ajak Seluruh Pihak Perkuat Kostratani

Peristiwa   04 Des 2020 - 13:49 WIB
Bagikan: