19 Rumah Tertimbun Longsor di Kota Tarakan, 11 Orang Meninggal Dunia

TrubusNews
Astri Sofyanti
28 Sep 2020   14:14 WIB

Komentar
19 Rumah Tertimbun Longsor di Kota Tarakan, 11 Orang Meninggal Dunia

Proses evakuasi warga yang terjebak longsor di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, Senin (28/9/20) dini hari. (Foto : Dok. BNPB)

Trubus.id -- Tanah longsor terjadi di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, pada Senin (28/9/20) dini hari. Sebelum musibah itu terjadi, Kota Tarakan dan sekitarnya diguyur hujan.

Pusat Pengendali Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Pusdalops BNPB) menginformasikan, tanah longsor mengakibatkan 11 warga setempat meninggal dunia. Sementara tiga orang dilaporkan mengalami luka-luka pada peristiwa yang terjadi sekitar 02:50 WITA. Tanah longsor juga mengubur 19 unit rumah warga setempat.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati menyampaikan, hingga pukul 11.35 WIB mencatat warga meninggal dunia di dua kecamatan, yakni Kecamatan Tarakan Utara dan Tarakan Tengah.  Korban meninggal dunia dilaporkan tersebar di beberapa wilayah, 7 korban meninggal dan 3 luka-luka berada di Kecamatan Tarakan Utara, sementara empat korban meninggal dunia tinggal di Tarakan Tengah.

Sejumlah wilayah yang terdampak longsor meliputi Kelurahan Juanta Permai, Tarakan Utara dan dua kelurahan di Tarakan Tengah, yakni Juanta Kerikil dan Selumit Pantai.  

“BNPB terus memantau perkembanganan penanganan darurat oleh BPBD Kota Tarakan dan BPBD Provinsi Kalimantan Utara. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD melakukan upaya penanganan darurat, seperti evakuasi warga dan kaji cepat, serta berkoordinasi dengan instansi terkait,” kata Raditya melalui keterangan resminya, Senin (28/9/20).

Kepala Kantor Basarnas Kota Tarakan Amiruddin mengatakan lokasi tempat terjadinya longsor adalah wilayah perbukitan, kontur tanah yang labih usai diguyur hujan diduga kuat sebagai penyebab terjadinya longsor.

Sementara itu, BPBD Provinsi Kalimantan Utara pun turut serta berkoordinasi dengan BPBD Kota Tarakan terkait penyaluran bantuan kepada korban terdampak. Berdasarkan informasi dari BPBD Kota Tarakan, kondisi cuaca terakhir pada Senin (28/9/20), pukul 11.00 WIB, hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi di lokasi bencana.

Selama masa pancaroba dan menjelang musim hujan, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan siap siaga. Pencegahan dan kesiapsiagaan di tingkat keluarga dan komunitas menjadi elemen untuk tetap selamat di tengah ancaman bahaya hidrometeorologi.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: